Jalan Sumbernanas, Gedangan, tahun lalu saat mengalami ambles dan sempat dibangun Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. (nana)
Jalan Sumbernanas, Gedangan, tahun lalu saat mengalami ambles dan sempat dibangun Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. (nana)

MALANGTIMES - Masih ingat dengan amblesnya jalan di Dusun Sumbernanas, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, sepanjang 50 meter tahun lalu? Saat itu kedalaman jalan ambles mencapai 1,5 meter serta membuat akses bagi masyarakat di Rukun Warga (RW) 17 dan 18 yang memiliki 8 rukun tetangga (RT) terputus. 

Jalan tersebut juga merupakan akses penghubung antar-kecamatan, yaitu Gedangan dengan Gondanglegi. Sehingga bisa dikatakan merupakan jalur strategis bagi masyarakat. 

Baca Juga : Persiapan Capai 90 Persen, Rusunawa ASN Siap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Amblesnya jalan di Sumbernanas itu pun langsung membuat Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, bertindak cepat. Dinas di bawah komando Romdhoni ini pun melakukan pembangunan di jalan yang ambles tahun 2018 lalu tersebut. 

Sayangnya, setelah dilakukan perbaikan, jalan Sumbernanas kembali mengalami hal serupa: ambles lagi.  Kondisi tersebut tentunya menjadikan perhatian cukup serius dari Dinas PU Bina Marga. Tidak ingin sekadar memperbaiki jalan yang merupakan penghubung warga dan wilayah lainnya, tapi bisa menuntaskan persoalan tersebut. 

"Akhir tahun lalu, kami melakukan survei ulang. Ternyata dugaan kita benar bahwa jalan itu memiliki lapisan tanah keras di bawahnya. Sehingga tidak bisa ditembus air yang mengalir di antara tumpukan tanah keras," kata Romdhoni, kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, yang juga menggandeng ahli kontur tanah. 

Mantan kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini melanjutkan, amblesnya jalan tersebut awalnya dikarenakan hujan yang berkepanjangan sejak beberapa tahun lalu. Dengan kontur jalan yang memiliki lapisan tanah keras dan juga wilayah tanah yang bergerak, Bina Marga kembali melakukan analisis mendalam untuk proses pembangunannya lagi. 

Proses pengerjaan jalan Sumbernanas di tahun 2018, tapi setelah selesai kembali ambles dikarenakan adanya tanah keras di bawah lapisan tanah (dok MALANGTIMES)

"Dengan kondisi jalan itu, memang perlu analisis mendalam. Kami sudah memetakan dan membuat strategi pembangunan serta kebutuhan anggaran tahun 2020 mendatang," ujar Romdhoni. 

Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, tidak ingin sekadar membangun tanpa perencanaan yang pasti secara teknis.  “Kalaupun dipaksakan untuk diperbaiki, akhirnya ambles juga. Soalnya dimungkinkan adanya lapisan tanah keras di bawah tanah. Ini akan memakan anggaran dan waktu. Sehingga kami akan memindah jalur itu," terang Romdhoni. 

Strategi pemindahan jalur jalan itu diagendakan tahun 2020 dengan anggaran Rp 1 miliar. Tapi, sebelum melakukan proses tersebut, Dinas PU Bina Marga akan melakukan berbagai koordinasi dengan para pemilik lahan untuk proses pembebasan tanah yang akan terbangun nantinya. 

Baca Juga : Ketatkan Pengawasan, Forkopimda Kabupaten Malang Bergerilya di Posko Check Point

Romdhoni melanjutkan, pihaknya juga harus berkoordinasi dengan para pemilik lahan untuk proses pembebasan. “Saya sudah survei langsung ke lokasi. Misalkan jalan yang rusak itu masih kami pertahankan akan mengundang risiko yang sangat tinggi, termasuk anggaran biayanya,” ucapnya.  Dari strategi pemindahan jalur jalan, selain akan menghemat anggaran, juga nantinya akan lebih nyaman untuk dilalui. 

Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang telah memiliki jalur hasil survei gaitu di rute pertigaan sebelah barat lokasi jalan Sumbernanas yang ambles. 

Dari arah itu bisa dibangun jalan melewati lapangan dan sekolahan yang merupakan jalan umum. Serta melewati  pemukiman warga yang nantinya akan dikoordinasikan untuk pembebasan lahannya. 

“Lapangan dan sekolahan itu fasilitas umum. Jadi, kalau jalannya lewat itu, akan membuat  fungsi lapangan dan sekolahan jadi tertunjang cukup baik,” pungkas Romdhoni.