MALANGTIMES - Kota Malang bakal memiliki aplikasi yang dikhususkan untuk melakukan kroscek dan penelusuran terhadap pemberitaan tidak benar alias hoax. Nama aplikasinya  Cyber City. 

Saat ini aplikasi itu masih belum sempurna. Makanya, aplikasi tersebut terus dikuatkan dan dirancang.

Aplikasi Cyber City itu disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui di Balai Kota Malang, Selasa (1/10/2019). Dia menjelaskan, melalui aplikasi tersebut, nantinya akan ditelusuri lebih jauh sumber pemberitaan hingga akun yang pertama mengunggah atau menyebarluaskan. Apalagi, hoax atau berita tak benar saat ini terus berseliweran.

"Pemantauan dilakukan melalui aplikasi khusus untuk bisa menangkal pemberitaan yang tak benar. Salah satunya melalui aplikasi Cyber City yang sekarang sedang disusun dan terus disempurnakan," ujar Sutiaji.

Meski aplikasi belum berjalan, pemantauan sudah dilakukan tim dari Dinas Kominfo Kota Malang. Sehingga, setiap informasi yang beredar di media sosial dapat ditelusuri lebih jauh. Tujuannya, jejak pemberitaan yang tak benar dapat ditelusuri untuk bisa ditekan dan tak beredar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Malang Tri Widyani Pangestuti menambahkan, saat ini sudah memiliki tenaga teknis untuk memantau pergerakan informasi di media sosial. Hal itu sebagaimana yang sudah dikerjasamakan dengan Kominfo untuk menangkal berita tak benar.

Perempuan berhijab itu menjelaskan, melalui sebuah sistem khusus, tim pengendali setiap hari juga bekerja untuk menyaring pemberitaan atau informasi hoax yang banyak berseliweran. Sejauh ini, informasi hoax marak ditemukan.

"Kami ada sistem khusus. Tapi berapa jumlah berita dan informasi hoax sejak Januari hingga September kemarin, saya lupa berapa jumlah persisnya," tambah Yani, sapaan Tri Widyani.

Dia menegaskan, sistem untuk menangkal dan menganalisis keberadaan informasi tak benar tersebut sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. Ke depan, menurut Yani, aplikasi itu akan disempurnakan kembali melalui beberapa skema yang lebih sistematis.