MALANGTIMES - Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu punya banyak potensi yang perlu di-publish. Sebab, selain punya ikon wisata reliji: Mbah Abdul Ghonaim (Mbah Batu), juga ada wisata petik jeruk.

Meskipun sudah populer dengan wisata petik apel, namun banyak pula para petani lain yang menanam jeruk di lahan pertanian. Mereka tersebar di empat dusun. Antara lain, Dusun Beru, Banaran, Biangun. dan Tlogorejo. Banyaknya tanaman jeruk di wilayah ini menjadikan Bumiaji memilki potensi pariwisata.

Usman Hadi SH Ketua Pokdarwis Desa Bumiaji menyatakan, petani gemar menanam bibit jeruk. Sebab, hal itu melihat kondisi lahan pertanian sangat cocok dan punya prospek bagus serta menjanjikan.

Pilihan menanam jeruk, selain apel, karena perawatan mudah. Dan produk jeruk tidak melihat cuaca. Serta tidak serumit menanam tanaman apel. Karena petani apel harus melakukan perempesan pada daun. Juga membutuhkan biaya perawatan tidak sedikit.

Walhasil, tanaman jeruk menjadi primadona di Desa Bumiaji ini. Banyaknya tanaman jeruk produktif dan bagus, membuat banyak tengkulak yang datang. Selain itu, juga ada sebagian petani yang membuat objek wisata petik jeruk kepada wisatawan luar kota.

"Karena buah jeruk sudah jadi potensi yang menjanjikan. Bagus buat wisata petik jeruk," kata bapak yang dikaruniai tiga anak ini kepada JatimTimes di sela-sela aktivitasnya.

Suami dari Hartini menjelaskan, Desa Bumiaji juga memiliki produk olahan buah jeruk: orange cake. Kehadiran orange cake itu menambah produk di wilayah ini, selain olahan apel beupa jenang apel, kripik apel, cuka apel, dan pia apel. Selain itu, ada juga petani yang menanam sayur kale. Sayuran yang mengandung antioksidan tersebut menjadi incaran para penghobi untuk hidup sehat.

Imam Ghozali salah satunya. Ia menyatakan awal mula bertanam sayur antioksidan ini pada 2014 lalu. Upaya tersebut melihat pangsa pasar dan peluang banyak bagi petani. Selain itu untuk mendongkrak petani membudidayakan pertanian organik.

Bahkan, wisatawan dari mancanegara pun ingin mengetahui bagaimana sayuran yang bagus untuk diet bisa tumbuh subur di Kota Apel ini. Seperti wisatawan dari negara Cina, Jepang, Myanmar, dan Australia. Lalu dari belahan negara Kanada dan Inggris, serta Amerika. "Mereka penasaran kalau ada kale di Indonesia. Sayuran ini kaya mineral. Buat pola hidup sehat," kata Imam Ghozali yang juga membuka wisata petik jambu kristal ini.

Sementara itu, Imam Suryono Plt Kepala Dinas Pariwisata (Kadisparta) Kota Batu menambahkan, potensi desa di Kota Batu beragam. Untuk itu, pihaknya berharap agar tiap desa, tidak hanya Desa Bumiaji dapat mengembangkan potensi desa agar bisa mandiri, dan menjadi desa berdaya kota jaya.

Sebagai contoh, di Desa Bumiaji selain dikenal wisata petik jambu, ada juga wisata cara belajar melukis. Dikatakan Imam tidak hanya ada wisata petik apel dan petik jeruk saja, namun juga ada pengembangan wisata lain: kampung budaya & seni.

"Kami terus berupaya mengembangkan destinasi wisata desa. Tidak hanya Desa Bumiaji namun tiap-tiap desa di Kota Apel agar bisa mandiri dan maju. Dan meningkatkan ekonomi di tengah-tengah warga," tegas Imam Suryono ini kepada BatuTIMES.