MALANGTIMES - Sebagaimana visi dan misi yang dijanjikan, Wali Kota Malang Sutiaji beserta wakilnya, Sofyan Edi Jarwoko, menargetkan dalam lima tahun ke depan, seluruh masyarakat di Kota Malang, baik kaya maupun miskin, sudah memiliki BPJS Kesehatan. Hal itu dilakukan untuk mencapai target universal coverage health (UCH).

Namun, lantaran ada aturan main baru, yaitu iuran BPJS yang mengalami peningkatan, maka rencana yang dibuat dalam penyusunan APBD 2020 dalam bidang kesehatan ini akan mengalami pergeseran. Tahun depan, target seluruh masyarakat sudah memiliki BPJS Kesehatan belum dapat direalisasikan 100 persen.

"Karena iuran naik, maka tahun depan kami masih konsentrasi pada warga miskin. Sekitar 60 hingga 75 persen yang bisa kami realisasikan tahun depan," kata Sutiaji kepada wartawan belum lama ini.

Sementara itu, anggaran yang telah disiapkan untuk mencapai target UHC di 2020 adalah sebesar Rp 46 miliar. Namun karena ada kenaikan besaran iuran premi BPJS Kesehatan, maka harus dilakukan penyesuaian. Sebab, perencanaan juga sudah berjalan dan ditargetkan APBD Kota Malang 2020 segera disahkan.

Meski begitu, Sutiaji optimistis program tersebut akan mampu tercapai dalam masa kepemimpinannya. Dia juga menargetkan agar layanan kesehatan terus ditingkatkan. Terutama akses dan kualitas kesehatan secara menyeluruh bagi masyarakat Kota Malang. Dengan disertakannya seluruh masyarakat memiliki kartu BPJS Kesehatan, dia berharap layanan kesehatan masyarakat terjamin dengan baik.