MALANGTIMES - Di balik indahnya Kota Malang agar terlihat tidak kumuh karena keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PKMS), ada Tim Reaksi Cepat (TRC) PKMS di bawah naungan Dinas Sosial.

Selalu bergerak untuk melakukan penanganan kesejahteraan sosial, TRC PKMS tampak seperti tidak pernah terlihat keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. Padahal mereka adalah salah satu ujung tombak di balik indahnya 'Bhumi Arema'.

"Ini adalah tim reaksi cepat pada penanganan kesejahteraan sosial, jadi yang kami bina adalah penyandang masalah kesejahteraan sosial di Kota Malang," ujar Koordinator TRC PKMS, Djoko Anung Priyanto.

Anung mengaku bahwa permasalahan kesejahteraan sosial di Kota Malang memang cukup memprihatinkan, karenanya ia saat ini bersama tim ingin bekerja lebih keras agar Kota Malang terlihat indah.

"Yang pertama itu dibina supaya Kota Malang terlihat rapi, bersih dari anak-anak jalanan. Nah mereka itu dibina, diberitahu terlebih dahulu. Dan setelah itu mau ikut pelatihan apa, kalau anak sekolah ya kita sekolahkan. Kalau tidak ya berarti dilatih untuk bekerja," ungkapnya.

Lebih dari itu, Anung berharap para penyandang kesejahteraan sosial di Kota Malang bisa sekolah, maupun bekerja sehingga tidak di jalanan. "Tapi penyakit, yang masalah mentalnya sudah cukup lama mereka itu sebenarnya penyandang masalah sosial lebih enak di jalanan. Karena walaupun kelihatan katanya orang itu tidak ada apa-apanya ternyata mereka itu memiliki penghasilan yang cukup besar," paparnya.

Sementara itu, dalam bulan September ini tercatat kurang lebih TRC PKMS sudah membina sekitar 10 orang yang didapat di sekitar jalan raya Kota Malang. "10 orang dan hampir setiap hari, dan dalam satu bulan lumayan banyak yang kita berikan penyuluhan supaya mereka tidak hidup di jalanan," pungkasnya.