Jalibar Jadi Kumuh, Para Pedagang dan Pengguna Jalan Mengeluh Pembuatan Sampah

Sep 29, 2019 21:26
Kondisi jalan di Jalibar yang dipenuhi sampah (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Kondisi jalan di Jalibar yang dipenuhi sampah (Foto : Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sampah yang berserakan di wilayah Jalibar (Jalur Lingkar Barat), Kecamatan Kepanjen, Minggu (29/9/2019) tidak hanya tak sedap saat di pandang mata. Namun para pedagang dan pengguna jalan juga terkena imbasnya.

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Seperti yang dialami oleh salah satu pedagang, yang membuka lapak jualannya di seputaran pinggir jalan Jalibar ini. Wanita yang mengaku bernama Rini S ini, mengatakan terpaksa membersihkan sampah yang ada di sekitar lapak dagangan jeruk miliknya, lantaran tidak betah melihat sampah berserakan di pinggir jalan Jalibar.

”Biasanya saya mulai buka jualan jeruk sekitar pukul 08.00 WIB, sebenarnya pagi tadi sudah saya bersihkan. Tapi karena banyak sampah dan tertiup angin, membuat sampah sisa Kirab Budaya kembali berterbangan dan memenuhi sekitar lapak saya ini,” terang Rini sembari menunjukkan sampah sisa Kirab Budaya yang berserakan di sekitar lapak dagangan miliknya tersebut.

Selain mengeluh tidak enak dilihat karena sampah berserakan, salah satu warga Desa Mojosari, Kecamatan Kepanjen ini juga mengaku jika dagangannya jadi tidak laku. ”Biasanya sehari bisa terjual 1,5 kwintal, tapi hari ini tadi hanya laku sekitar 75 kilo,” keluhnya.

Rini menambahkan, jika petugas yang membersihkan sampah hanya bertugas pada Sabtu (28/9/2019) malam, yakni usai acara Kirab Budaya berakhir. Namun saat keesokan harinya, Minggu (29/9/2019). Rini mengaku tidak ada satu orang petugas yang membersihkan sampah yang ada di akses jalan Jalibar.


 

”Setahu saya seharian ini tidak ada petugas yang membersihkan sampah, jadi terpaksa para pdagang yang brjualan di sini (Jalibar) membersihkannya sendiri. Kami berharap pemerintah segera membersihkannya, agar tidak mengganggu aktivitas para pedagang dan pengguna jalan,” imbaunya.


 

Hal yang sama juga disampaikan oleh Jumadi. Salah satu warga Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan ini juga mengeluhkan sampah yang ada di seputaran Jalibar. ”Ini tadi pulang dari kota, ada acara disana (Kota Malang). Saya sering lewat sini, tapi kondisi jalan Jalibar yang paling banyak sampah ya hari ini. Semoga lekas dibersihkan,” pungkasnya sembari melanjutkan perjalanan, usai di tanya oleh wartawan MalangTIMES.com.

 

Topik
MalangBerita MalangKirab Budaya malangjalur JalibarJalibarjalan jalibarJalibar Jalur Lingkar Barat
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru