MALANGTIMES - ”Judi, Meracuni kehidupan. Judi Meracuni keimanan,” lirik lagu berjudul Judi yang dipopulerkan oleh Rhoma Irama ini pantas untuk menggambarkan perbuatan yang dilakukan oleh Susanto Zogik Pristiwa.

Bagaimana tidak, salah seorang warga Dusun Nongkosewu, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo ini, dijebloskan ke dalam penjara Mapolsek Poncokusumo lantaran gemar berjudi.

”Tersangka kami tahan karena terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dalam jabatan, dengan total kerugian sejumlah uang hingga ratusan juta yang didapat dari tempat pelaku bekerja,” kata Kanit Reskrim Polsek Poncokusumo, Aiptu Andik Risdianto, Minggu (29/9/2019).

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, aksi penipuan dan penggelapan sejumlah uang yang dilakukan tersangka ini dilaporkan ke Polsek Poncokusumo pada akhir pekan lalu.

Sedangkan uang yang digelapkan oleh pria yang bernama Pristiwa tersebut, senilai Rp 186 juta. Uang ratusan juta itu merupakan uang yang dikelola oleh Koperasi Karya Tani, yang berlokasi di Dusun Sumberjambe, Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo. ”Dari hasil penyelidikan dan  beberapa bukti yang dihimpun petugas, tersangkanya mengarah kepada Susanto Zogik Pristiwa yang kemudian kami ringkus saat yang bersangkutan sedang berada di rumahnya,” ungkap anggota polisi yang akrab disapa Andik ini.

Selain menggelandang tersangka ke kantor Mapolsek Poncokusumo, Polisi yang melakukan penggeledahan di rumah pelaku yang beralamat di Dusun Nongkosewu, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo ini juga mendapati berbagai barang bukti. Di antaranya selembar kwitansi pengakuan penerimaan uang senilai Rp 186 juta, dan 287 buku angsuran fiktif.

”Terhadap tersangka sudah kami lakukan penahanan, sedangkan berbagai barang bukti yang kami dapatkan juga sudah kami sita guna kepentingan penyidikan,” sambung Andik saat dikonfirmasi MalangTIMES.com.

Diperoleh keterangan, tersangka ini meupakan salah satu karyawan di Koperasi Karya Tani. Sebelum diringkus polisi, pria kelahiran 29 September 1988 ini sudah bekerja di koperasi selama bertahun-tahun.

Hingga akhirnya, sekitar 6 bulan lalu, pelaku mulai berulah dengan cara menggelapkan uang milik koperasi di tempatnya bekerja. Modus yang digunakannya adalah dengan cara mengajukan pinjaman fiktif ke koperasi. ”Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku jika mengajukan 300 nasabah fiktif untuk melakukan peminjaman ke koperasi,” terang Andik.

Setelah persyaratan pinjaman fiktif itu dianggap lengkap, pihak koperasi akhirnya mencairkan uang pinjaman. Namun saat jatuh tempo, uang cicilan pembayaran pinjaman selalu tidak ada.

Merasa ada yang janggal, pihak koperasi akhirnya menanyakan kepada Susanto Zogik Pristiwa selaku perantara nasabah yang meminjam uang kepada koperasi tersebut. Setelah sempat berkelit, pelaku akhirnya mengaku jika 300 nasabah itu ternyata fiktif.

Merasa telah dirugikan, pihak koperasi akhirnya melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Unit Reskrim Polsek Poncokusumo yang mendapatkan laporan, akhirnya dikerahkan guna melakukan penyelidikan sebelum akhirnya mengamankan tersangka Pristiwa.”Selain digunakan untuk memenuhi keperluan pribadi, uang senilai Rp 186 juta yang digelapkan tersangka ini juga diakuinya untuk membayar hutang dan untuk berjudi Cap Jie Ki,” ujar Andik.

Terpisah, Kapolsek Poncokusumo AKP Octa Panjaitan mengaku jika hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pendalaman terkait kasus penggelapan tersebut. Diduga, uang yang digelapkan pelaku lebih dari Rp 186 juta. ”Terhadap tersangka kami jerat dengan pasal 374 KUHP, tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan dalam jabatan,” tutup anggota polisi yang juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Kromengan ini.