MALANGTIMES - Debunk Fritz Haryadi, Ketua PW Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Papua terkait kerusuhan Papua, berbalas jawaban dari Dandhy Dwi Laksono. 

Balasan tersebut membuat Fritz yang juga Sekretaris Lajnah Ta'lif wan-Nasyr (Lembaga Infokom) NU, mendapat reaksi cukup keras dari warganet.

Banyak warganet menyayangkan debunk (ungkap kesalahan) Fritz terkait kicauan Dendhy yang dianggapnya hoax. 

Tapi, dibalas oleh Dendhy dengan telak, khususnya  fakta yang ditulis Fritz terkait mahasiswa eksodus itu bukan cuma buka posko tanpa nama. 

Tapi, juga membentangkan kain besar yang digantung di pagar kampus Uncen Abepura, "Posko ULMWP" (United Liberation Movement for West Papua) bentukan Benny Wenda yang sekarang menikmati suaka politik di London.

@DinarNeri, "Oooh ternyata POSKO UMUM ya bukan POSKO ULMWP," cuitnya membalas kicauan @FritzHaryadi tentang debunk twit hoax aktivis Dandhy Dwi Laksono (DDL), Minggu (29/09/2019).

@Lini_ZQ juga sangat menyayangkan debunk Fritz tersebut dan mencuitkan, "Dalam situasi seperti ini, baiknya tidak menyebarluaskan hoax baru, pak. Itu bukan posko ULMWP melainkan Posko Umum. Situasi konflik memanas, antum sebagai pemuka agama merepresentasikan NU malah memperkeruh suasana," tulisnya.

Ragam komentar kepada Fritz tersebut terbilang banyak dan rata-rata memang bernada minor.

Dengan postingan berjudul Debunk Twit Hoax Aktivis DDL Tentang Jayapura & Wamena, Fritz memposisikan untuk mengurai peristiwa sebenarnya, tapi ternyata terbantahkan oleh Dendhy dengan data yang dimilikinya.

Bahkan Susi Silalahi dengan akun @Indiegirl09 menuliskan pemakaian bahasa Fritz jauh lebih provokatif dibandingkan Dandhy. 

"Anda memakai bahasa yg jauh lbh provokatif dan merendahkan manusia lain, ad hominem seakan akan krn perbedaan pndpt maka org itu tdk ada harganya. Memalukan krn anda membawa lembaga agama dan hoax anda ttg poster mahasiswa itu harus anda tanggapi ato anda harus konsekuen!!," tegasnya.

Dari lalulintas percakapan itu, Fritz juga memberikan beberapa tanggapan. 

Sayangnya, tanggapannya itu semakin membuat warganet lainnya terlihat berang.

"Kalau ULMWP terfitnah, memangnya apa resikonya? Pendukung ULMWP akan menyatakan perang? Lalu kenapa? Negara ini tidak pernah menolak tantangan perang dari siapapun," jawab @FritzHaryadi.

Tidak hanya itu Fritz juga melayani pernyataan warganet lain yang menuliskan, postingannya itu salah. 

"Sudah salah masih ngotot mas ?" cuit @fina_ahmad yang dibalasnya, "Iyalah ngotot, wong korban saya cuma ULMWP. Siapa takut?" ujar Fritz.

Beberapa warganet pun meminta Fritz untuk menghapus postingan itu. 

Ada juga yang menuliskan, Fritz bisa memberikan tanggapannya atas balasan debunk dari Dendhy. Seperti yang disampaikan oleh @Aqsha_AA, "Saya sudah baca "debunk" bapak. Demikian juga sanggahannya sudah saya baca. Silakan tanggapannya pak. Jangan nuduh orang bikin hoax malah bapak yg sebetulnya bikin hoax. Jangan sampe pak. Bahaya sekali percikan konflik horizontal ini," cuitnya.

@SatibiRahmat juga memberikan nasehatnya atas peristiwa yang telah terjadi di Papua. Serta mengatakan, "Membantah hoaks dg hoaks, benang kusut dah, musibah sudah terjadi, biar polisi selidiki dengan adil dan jujur," cuitnya.