contoh nomor mesin (istimewa)
contoh nomor mesin (istimewa)

MALANGTIMES - Pembelian kendaraan bekas, baik itu motor atau mobil, memang masih marak di kalangan masyarakat. Tawaran harga yang murah menjadi magnet untuk masyarakat membeli kendaraan bekas.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Namun, ketika masyarakat membeli kendaraan bekas, masyarakat harus benar-benar teliti dan jangan terkecoh dengan penampilan luar kendaraan yang bagus. Selain melakukan pengecekan kondisi mesin yang sehat, melihat kelengkapan surat-surat kendaraan BPKB maupun STNK juga harus benar-benar teliti.

Bukan hanya itu. Ketika membeli kendaraan bekas, masyarakat juga sangat dianjurkan untuk melakukan pengecekan pada nomor rangka kendaraan maupun nomor mesin. Nomor rangka maupun nomor mesin sudah pasti tercantum pada dokumen BPKB dan  STNK.

Masyarakat perlu melakukan pengecekan dan pencocokan nomor rangka dan nomor mesin dengan yang ada di BPKB maupun STNK. Jika terdapat perbedaan nomor di BPKB dan STNK dengan nomor mesin dan nomor rangka, tentu dipastikan dan patut dicurigai jika kendaraan tersebut merupakan kendaraan curian.

"Harus teliti beli kendaraan bekas. Jika memang cocok semua, sesuai dengan dokumen yang ada, maka tak ada masalah," ungkap Kapolres Malang Kota Dony Alexander SIK MH.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

"Jangan hanya melihat dokumen lengkap, tapi ternyata akhirnya diketahui nomor mesin, nomor rangka tak sama dengan BPKB maupun STNK. Tentu hal itu bisa  merugikan masyarakat dan bisa saja justru membuatnya berurusan dengan hukum," sambung kapolres.

Selain itu, untuk tindakan antisipatif lagi, masyarakat yang akan membeli kendaraan bekas ada baiknya melakukan pengecekan ke kantor Samsat mengenai keabsahan nomor rangka maupun nomor mesin. Hal ini untuk lebih memastikan jika motor memang dalam kondisi aman.