Tampak depan Stasiun Malang Kotabaru di Jalan Trunojoyo, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Tampak depan Stasiun Malang Kotabaru di Jalan Trunojoyo, Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai ikut merambah bisnis perhotelan. Bahkan, melalui anak perusahaannya yakni  PT KA Properti Manajemen (KAPM), perusahaan transportasi plat merah itu telah memulai pembangunan KAI Boutique Hotel, di Kota Bandung. Selain di kota kembang itu, wilayah Malang Raya terutama Kota Batu juga menjadi sasaran investasi.

Wacana tersebut disampaikan Direktur Utama PT KAPM Dwiyana Slamet Riyadi. Untuk pembangunan di Bandung, PT KAI menggelontorkan anggaran Rp 85 miliar. Pemilihan lokasi tersebut, menurutnya dinilai setelah melihat besarnya potensi pariwisata. "Nanti wisatawan atau pebisnis bisa pesan kereta sekaligus hotelnya lewat KAI Acces," katanya, seperti dilansir detik finance.

Di tengah maraknya bisnis perhotelan di Kota Bandung, Dwiyana tetap optimistis pembangunan ini bisa berdampak positif. Bahkan selain di Bandung pihaknya juga menyiapkan pembangunan hotel di kota lain, salah satunya di Batu, Malang.

Meski demikian, Corporate Deputy Director of Exiting Bussiness Development PT KAI Rochsjid Budiantor menyampaikan bahwa pembangunan hotel di Malang Raya tersebut masih belum menjadi prioritas. Pasalnya, saat ini PT KAI masih berfokus pada pembangunan Stasiun Malang tahap pertama. "Belum, nanti bikin gaduh. Belum sampai ke sana," ujarnya saat ditemui di Malang. 

"Fokus peningkatan pelayanan nanti stasiun. Pengembangan mungkin oke nanti, karena semua stasiun akan dikembangkan sebagai kawasan TOD (transit oriented development) dan tujuan wisata masyarakat," tambahnya. Seperti diketahui, saat ini Stasiun Malang Kotabaru tengah dibangun dan direvitalisasi.

Menurut Rochsjid, pembangunan tahap pertama direncanakan rampung dalam tempo delapan bulan. "Tahap dua nanti menyempurnakan bangunan, kan ini masih 50 persen. Kami masih terkendala harus memindahkan depo lokomotif dan depo kereta. Kan nggak bisa main pindah, harus bangun dulu yang baru karena ada peralatan-peralatan yang digunakan di sana," pungkasnya.