MALANGTIMES - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim memastikan akan mulai menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) pada 2020 mendatang. Rencananya, akan ada dana segar Rp 800 miliar yang akan disebar di seluruh wilayah Jawa Timur.

Pgs. Direktur Utama Bank Jatim Ferdian Timur Satyagraha mengungkapkan bahwa program tersebut merupakan pengembangan unit usaha baru untuk memberi layanan lebih pada masyarakat. "Tahun ini belum ada KUR, kebetulan kami untuk kredit produktif rencananya tahun depan kami salurkan KUR Rp 800 miliar untuk seluruh Jawa Timur," ungkapnya, saat ditemui di Malang.

Dia merinci, KUR tersebut akan memberi bunga ringan bagi masyarakat. Yakni pinjaman dengan bunga subsidi pemerintah sebesar 7 persen. Meski demikian, Ferdian memastikan pada tahun sebelumnya, Bank Jatim juga menyalurkan kredit usaha kecil dengan skema sendiri dan bersumber dari dana Pemerintah Daerah berupa loan agreement. "Mulai tahun ini dipersiapkan prosesnya untuk dapat mengajukan KUR sehingga awal tahun depan sudah bisa," katanya. 

Ferdian mengemukakan untuk nilai pengajuan KUR di tahun pertama penyaluran nanti pun belum bisa dirinci karena perhitungan akan dilakukan jelang akhir tahun.

Prinsipnya, dengan loan agreement yang selama ini dijalankan perseroan, per tahun kurang lebih ada Rp 400 miliar yang tersalurkan untuk kredit kecil. Adapun mayoritas disalurkan pada sektor pertanian. "Secara kualitas loan agreement juga sangat baik dengan NPL [non-performing loan] di bawah 1 persen," ujar Ferdian.

Selain itu, Ferdian mengemukakan untuk sektor perdagangan perseroan juga memiliki skema sendiri yang bernama Pundi Kencana dengan NPL pada kisaran 2,7 persen. "Harapan kami nanti program KUR dapat ditangkap oleh para pengusaha muda, usaha  mikro, UMKM, sebagai satu peluang bantuan pengembangan dan permodalan," pungkasnya.