MALANGTIMES - Kebijakan zonasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak hanya berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Melalui kebijakan ini, seluruh masalah pendidikan akan diselesaikan di masing-masing zona, termasuk pemerataan guru.

Pemerataan guru dilakukan dengan cara merotasi guru, khususnya di sekolah yang selama ini dianggap favorit.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy berterima kasih kepada pemerintah daerah yang sudah cekatan melaksanakan rotasi guru. Termasuk Dinas Pendidikan Kota Malang.

"Saya senang, saya terima kasih kepada pemerintah kabupaten, kota dan provinsi yang walaupun belum ada peraturan yang mengatur itu tapi mereka sudah secara cekatan melakukan rotasi guru. Termasuk Kota Malang," ucapnya beberapa waktu yang lalu saat mengunjungi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Selain Kota Malang, Muhadjir juga menyebut Solo yang juga cekatan melakukan rotasi guru ini.

Pelaksanaan rotasi guru di Kota Malang dikatakan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang, Zubaidah, dilakukan dalam rangka mengikuti zona PPDB 90 persen wilayah.

"Dengan adanya zona PPDB 90 persen kami juga sudah lakukan penataan kepala sekolah maupun guru dalam rangka mengikuti zona PPDB 90% wilayah," ujarnya.

Guru yang kompetisinya baik maupun yang kurang baik dibagi rata di semua sekolah.

"Guru yang baik maupun yang kurang baik ataupun yang masih sederhana ini kita kelompokkan. Kita bagi di semua lembaga dengan maksud yang kurang baik bisa belajar yang baik, yang baik bisa menularkan kepada yang kurang baik," terangnya.

Zubaidah menjelaskan, guru sebagai manusia tentu kompetensinya variatif. Ada yang tinggi, ada yang sedang, dan ada yang rendah.

"Ini masing-masing sekolahan kita lihat petanya. Yang bagus berapa, yang sedang berapa, yang kurang berapa. Katakan ada tiga yang bagus, dari tiga ini kita ambil satu, kita tempatkan di tempat yang lain," bebernya.

Hal ini dilakukan sebab apabila guru-guru yang memiliki kompetensi bagus mengelompok dalam satu satuan pendidikan maka nantinya akan muncul sekolah favorit.

"Maka langkah untuk menghilangkan sekolah favorit yakni dengan cara merolling kepala sekolah maupun guru," imbuhnya.

"Harapannya semua kualitas tenaga pendidik di Kota Malang ini adalah sama," pungkasnya kemudian.