MALANGTIMES - Bagi kalian penggemar film X-Men tentu tak asing dengan 'Cerebro'. Sebuah perangkat komputer fiksi pendeteksi mutan pada manusia ini terhubung pada helm yang digunakan oleh sang tokoh utama X-Men pada series ke 3 nya.

Nah, menariknya inovasi dari film tersebut digunakan oleh Puskesmas Dinoyo Kota Malang dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lho. Inovasi ini disebut Laboratory Information System (LIS) Cerebro. Sebuah fitur yang penggunaannya juga untuk mendeteksi manusia, dalam hal ini pasien di Puskesmas Dinoyo.

Kepala Puskesmas Dinoyo, dr Rina Istarowati mengatakan LIS Cerebro suatu kompilasi dari inovasi laboratorium yang di dalamnya terdapat unsur pendidikan. Melalui hal itu, masyarakat secara tidak langsung dilatih untuk peduli terhadap kesehatannya.

"Kapan dia waktunya kontrol, kapan dia waktunya check up, dan sebagainya ada pengingatnya melalui sms reminder. LIS cerebro ini lebih ke arah pemetaan kesehatan di masyarakat dan mengajak mereka supaya aware terhadap kesehatannya," ujar dia.

Fitur LIS Cerebro tersebut saat ini tengah masuk 10 besar dalam IndoHCF (Indonesia Healtcare Forum) Inovation award 2019. Karenanya, Puskesmas Dinoyo juga terus mengembangkan sistem layanan tersebut.

Dari yang sebelumnya melalui Meses Jamur (SMS Panjang Umur), dimana pasien akan diberikan sms pengatur jadwal secara continue dalam beberapa bulan secara otomatis. Kemudian, seiring dengan perkembangan industri 4.0 pengembangan sistem yang melalui web ini juga tersambung di google maps.

"Tentunya di era 4.0 ini, bidang kesehatan juga bisa lebih kekinian. Nah kita ingin aplikasi ini kompatibel, akhirnya kita sinergikan dengan google maps. Sehingga mau melihat data pasien bisa, jadwal, bahkan jika pak Wali Kota Malang Sutiaji misalnya ingin tahu pasien HIV di Puskesmas Dinoyo saat ini sudah ada berapa, hanya kita tunjukkan ini langsung bisa dikirim kepada beliau," tambah Ahli Teknologi Laboratorium Medic Puskesmas Dinoyo, Budi Ari Bowo.

Budi menambahkan, pihaknya juga menambahkan tagline khusus yakni ITB. I: untuk ingatkan dengan Meses Jamur. T: temukan dengan LIS Cerebro, untuk menemukan titik koordinat lokasi pasien. Kemudian B: Budayakan check-up kesehatan rutin.

"Nah dengan ITB itu nantinya kan semua data pasien tertandai di google maps, jadi akan mudah untuk menemukan titik koordinat lokasi pasien apabila diperlukan intervensi terapi, pengiriman obat dan yang lainnya," ungkap nya.

Melalui inovasi inilah, Puskesmas Dinoyo mengedepankan pelayanan kesehatan yang mempermudah pasiennya. Terlebih soal waktu, ketika banyak pasien yang waktunya terbatas maka pelayanan kesehatan tidak boleh tergerus. Tidak ada alasan lagi kesibukan menjadi penghalang untuk memeriksakan kesehatan.

"Ini mempermudah mereka (masyarakat). Jadi ketika mereka mengambil hasil laboratorium tidak perlu ke Puskesmas, bisa kita email lebih gampang dan aman. Sehingga kita benar-benar memikirkan kesibukan pasien yang terkadang memang susah berdamai dengan waktu dalam pelayanan ini. Sehingga, jarak dan waktu tidak menjadikan penghalang bagi masyarakat untuk chek up kesehatan," tutupnya.