Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto saat meninjau pemasangan separator di Jembatan Muharto. (Foto: Dokumen Dishub Kota Malang)
Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto saat meninjau pemasangan separator di Jembatan Muharto. (Foto: Dokumen Dishub Kota Malang)

MALANGTIMES - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mewanti-wanti agar kendaraan besar baik truk maupun bus dengan tonase lebih dari 3 ton untuk tidak melintasi Jembatan Muharto. Kondisi struktur jembatan yang mulai rapuh, membuat kapasitas menyangga beban jadi terbatas. 

Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pemasangan separator agar sisi jembatan tidak dilintasi kendaraan berat. "Pemasangan separator 1,5 meter dari trotoar sebagai pembatas kendaraan yang akan melewati jembatan. Kami menegaskan, kendaraan besar seperti truk, bus, atau tronton yang muatannya melebihi 3 ton dilarang untuk melewati Jembatan Muharto," tegasnya.

Pemasangan tersebut dilakukan usai Tim Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan melakukan tinjauan lapangan Jembatan Muharto. "Hasil rapat Forum Lalin, dan dari paparan dari Dinas PUPR berdasarkan hasil kajian uji forensik Universitas Brawijaya terkait Jembatan Muharto, kondisi jembatan ada penurunan," terangnya.

"Sehingga, membahayakan bila dilalui kendaraan tonase berat. Maksimal kendaraan yang bisa lewat tonase maksimal 3 ton seperti pikup dan kendaraan kecil lainnya," lanjut pria yang juga menjabat Plt Kepala BPBD Kota Malang itu. 

Menurut Handi, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas sementara hingga ada perbaikan jembatan. "Sepanjang jembatan belum diperbaiki, maka untuk sementara Dishub dan Satlantas Polresta Malang akan melakukan rekayasa di jembatan tersebut," terangnya. 

Salah satu yang dilakukan yakni dengan memasang rambu truk dan bus dilarang melintas, rambu batas tonase, serta pemasangan patok dan separator pembatas. "Demi keselamatan bersama, kami mengimbau pengendara yang melintas untuk lebih berhati-hati dan menaati rambu yang dipasang," ujarnya.

Ke depan, Pemkot Malang melalui Dinas PUPR bakal melakukan perbaikan jembatan yang menghubungkan wilayah Kedungkandang dengan pusat kota itu. "Untuk saat ini Tim Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan melakukan pengawasan dengan membatasi kendaraan yang akan melintasi Jembatan Muharto," tuturnya.

Salah satu warga, Triono berharap, pihak Dishub juga memberikan papan informasi di titik-titik yang menghubungkan Jalan Muharto. "Sebaiknya pasang rambu atau spanduk atau papan pemberitahuan di Jalan Ki Ageng Gribig, baik dari utara maupun dari selatan Jalan Mayjen Sungkono. Supaya kendaraan besar tidak mengarah ke Jalan Muharto. Soalnya ada yang cerita, truk diingatkan kalo dilarang melintas malah mengumpat," ungkapnya.