Para pasukan kuning yang tengah bekerja melakukan pembersihan jalan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para pasukan kuning yang tengah bekerja melakukan pembersihan jalan (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bayangkan saja, jika di Kota Malang, kota pendidikan dengan ratusan ribu mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia, tanpa adanya orang-orang mulia seperti pasukan pembersih atau lebih akrab disebut pasukan kuning.

Tentunya tak usah ditanya lagi, Kota Malang sudah pasti akan kumuh. Segala macam jenis sampah berserakan dan menumpuk di seluruh sudut jalan. Bau-bau tak sedap hingga kuman-kuman dan penyakit tentu akan mengancam masyarakat sekitar.

Karena itulah, peran dari pasukan kuning sangatlah vital bagi Kota Malang. Sebab, mereka senantiasa rutin menjaga kebersihan kawasan kota dari sampah sehingga membuat keindahan kawasan kota tetap terjaga.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Plt Kepala DLH Kota Malang, Diah Kusumadewi membenarkan, jika peran dan adanya pasukan kuning, sangatlah vital bagi Kota Malang. "Peran teman-teman (pasukan kuning) ini benar-benar sangat vital. Jika tak ada teman-teman, siapa yang mau membersihkan sampah, apalagi harus membersihkan saluran-saluran got maupun tempat lainnya," ujarnya

Pagi-pagi buta mereka sudah harus berangkat bekerja membersihkan kawasan kota dari sampah. Sore hari, mereka juga kembali turun ke jalan untuk membersihkan lagi-sampah-sampah yang kembali ada, bisa saja karena dedaunan pohon yang jatuh ataupun sampah-sampah yang dibuang oleh masyarakat pengguna jalan.

Bahkan saat moment besar seperti lebaran, mereka juga tetap piket menjaga kebersihan kawasan kota. Tak jarang juga, meskipun dipandang remeh, pekerjaan pasukan kuning juga mempunyai resiko yang mengancam keselamatan mereka. bisa saja terdapat kecelakaan, ancaman penyakit maupun debu yang bisa menjangkiti mereka.

"Saat ini jumlah pasukan kuning, sekitar 700 an orang. Kadang-kadang juga ada masyarakat yang meminta bantuan insidentil personil pasukan kuning, yang itu juga tak kenal waktu, namun tetap saja dilayani," bebernya.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Mengenai jumlah pasukan kuning, pihaknya belum akan melakukan penambahan. Sebab, dengan jumlah yang ada saat ini, masih dirasa maksimal dalam menjaga kebersihan Kota Malang. Selain itu, beberapa wilayah RW maupun RT juga banyak yang mempunyai petugas kebersihan, yang itu juga membantu dalam penjagaan kebersihan lingkungan sekitar.