MALANGTIMES - Posisi wakil bupati (wabup) Malang, sejak Sanusi dilantik menjadi bupati Malang beberapa waktu lalu terus menimbulkan pertanyaan masyarakat luas.

Setelah didera dengan berbagai dugaan adanya "kesengajaan" dibiarkannya kosong sampai tidak ada wabup, kini masyarakat kembali dibuat menduga-duga dengan adanya dua nama calon wabup Malang yang telah ada di meja pimpinan DPRD Kabupaten Malang.

Dua nama itu bukan berasal dari orang partai politik pengusung yang memiliki hak untuk mengajukan posisi tersebut. Yakni Golkar, PKB, Partai Nasdem, Partai Gerindra dan Partai Demokrat. Dua nama itu adalah Mohamad Soedarman yang disebut seorang dosen perguruan tinggi swasta Malang dan lainnya adalah Abdur Rosyid Assadullah.

Bukan hanya masyarakat yang dibuat bertanya. Partai Gerindra pun sebagai pengusung mempertanyakan terkait nama tersebut. Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang Chusni Mubarok menegaskan, pihaknya belum menyepakati apalagi menandatangani surat untuk pengajuan nama calon wabup itu.

"Tidak ada dan belum final itu. Kami pernah rapat bersama dan belum sampai pada kata menyepakati sebuah nama. Apalagi menandatanganinya," tegas Chusni kepada MalangTIMES, Jumat (27/09/2019).

MalangTIMES juga mencoba melakukan konfirmasi kepada partai politik pengusung lainnya. Sayangnya, para ketua partai yang dihubungi, baik Golkar, PKB dan Nasdem belum memberikan pernyataannya saat wartawan menelponnya berulang kali.

Pernyataan cukup mengejutkan malah lahir dari Sekretaris Partai Golkar Sudarman. Dirinya menyampaikan belum mengetahui bahwa sudah ada nama calon wabup yang dikirim ke DPRD Kabupaten Malang.

"Belum tahu itu. Yang saya tahu pernah dirapatkan di tingkat partai pengusung, tapi saya tidak ikut karena itu pertemuan informal antara ketua partai semuanya," ucap Sudarman.

Dia juga menegaskan nama yang wartawan sebutkan sebagai calon wabup bukan namanya.
"Coba konfirmasi ke Pak Ketua karena saya belum mendapat informasi itu. Mungkin itu ranah para ketua partai, yang nanti akan disampaikan kepada kami di struktural kepartaian. Tapi saat ini, saya tidak tahu," lanjutnya.

Pernyataan Sudarman senada dengan yang disampaikan Josua Sebayang, sekretaris Partai Demokrat. Dia mengatakan, untuk persoalan itu memang yang melakukan rapat adalah para pemimpin partai pengusung. 

"Para ketua yang rapat untuk itu. Tapi, dari hasil itu memang sudah ada kesepakatan dari partai pengusung semuanya terkait nama, yaitu Pak Soedarman," ucap Josua.

Dari dua pernyataan itu, pemilihan nama calon Wabup Malang sampai Februari 2021 memang bisa saja merupakan hasil dari kesepakatan para ketua partai  tanpa melibatkan jajaran di bawahnya, baik wakil ketua, sekretaris atau lainnya dalam kestrukturan partai politik.

Tapi, keterangan dari Josua, mengerucutnya nama Mohamad Soedarman merupakan proses yang disepakati bersama-sama. "Karena semua ketua partai pendukung hadir semua. Terkait Gerindra sepakat atau tidak atau menandatangani atau tidaknya kesepakatan, saya tidak tahu juga," terangnya.

Satu nama lain yang disebut Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto, yang telah dikirim ke DPRD adalah Rofiq. Nama ini pun banyak yang tidak mengetahuinya. Josua pun mengatakan dia hanya mengetahui hanya satu nama yang disepakati oleh Demokrat, yaitu SMohamad Soedarman.

"Kalau itu saya tidak tahu. Coba saja konfirmasi ke NasDem karena koordinatornya dalam hal ini," ujarnya.

Seperti diketahui, setelah Bupati Malang nonaktif Rendra Kresna dijatuhi keputusan tetap dari Pengadilan Tipikor Surabaya, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa setelah beberapa bulan lama akhirnya melantik Sanusi dari plt bupati Malang hampir satu tahun menjadi  bupati Malang di Gedung Negara Grahadi, Selasa (17/9/2019) lalu. 

Dengan demikian, Sanusi melanjutkan sisa masa jabatan bupati Malang periode 2016-2021. Sedangkan kursi wabup Malang pun akhirnya kosong dan diminta juga oleh Khofifah untuk segera diisi kepada Sanusi.