Kepala cabang Dinas Pendidikan Pemprov Jatim Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Kepala cabang Dinas Pendidikan Pemprov Jatim Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pasca kejadian puluhan siswa sekolah SMA dan SMK yang diamankan Polres Malang Kota lantaran kedapatan membawa senjata tajam, gir, pil koplo, dan beberapa poster yang mengindikasikan akan melakukan aksi demonstrasi pada Kamis sore kemarin (26/9) ditanggapi bagian Dinas Pendidikan Pemprov Jawa Timur.

Pasalnya, dari 89 siswa yang diamankan tersebut, yang ada indikasi akan melakukan demonstrasi bukan dari siswa sekolah di Kota Malang.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Kepala cabang Dinas Pendidikan Pemprov Jatim Wilayah Kota Malang dan Kota Batu, Ema Sumiarti menegaskan tidak ada satupun dari siswa sekolah di Kota Malang yang diamankan pihak kepolisian terlibat demonstrasi. "Nggak ada, dari Kota Malang bersih tidak ada yang terlibat," ujar dia ditemui usai menghadiri Pertemuan Rektor dan Kepala Sekolah se-Kota Malang di Balai Kota Malang, Jum'at (27/9).

Ia menjelaskan, adapun seorang siswa yang disinyalir membawa senjata tajam (sajam) merupakan salah satu siswa yang tengah selesai melakukan praktek. Siswa tersebut masuk jurusan Tata Boga dan telah diklarifikasi oleh pihak sekolahnya. "Kalau yang sajam itu sudah diklarifikasi ke pihak sekolahnya dia jurusan boga, habis praktek. Kan kalau untuk hias buah kan pakai pisau toh," imbuhnya.

Sedangkan terkait adanya siswa sekolah yang membawa poster bertuliskan 'Hanya Ada Satu Kata Lawan', 'Entah Apa Yang Merasukimu DPR?' tersebut ia menjelaskan jika hal itu bukan siswa dari Kota Malang, melainkan dari wilayah Kabupaten Malang. "Itu bukan dari Kota Malang, kamo sudah kerja sama dengan Babinsa sama Polisi ternyata ada yang dari Kabupaten wilayah Bululawang Singosari. Kalau yang dari Kota Malang semuanya siswa yang telah pulang sekolah, pungkasnya.