MALANGTIMES - Partai Gerindra Kabupaten Malang -sebagai bagian dari partai pengusung Rendra Kresna-Sanusi pada Pemilu 2015 lalu bersama Golkar, PKB, Partai Nasdem, dan Partai Demokrat- menyatakan secara tegas belum menyepakati nama calon wakil bupati (wabup) yang akan menjadi tandem Bupati Sanusi.

Walau nama calon wabup  telah dikirim ke DPRD Kabupaten Malang, yaitu atas nama Mohamad Soedarman melalui surat Sanusi, Gerindra melalui Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang Chusni Mubarok menyatakan secara tegas kepada MalangTIMES bahwa pihaknya belum menyepakati hal itu.

"Kami telah sampaikan dalam rapat partai pengusung bahwa Gerindra belum menyepakati dan juga tidak menandatangani persetujuan untuk nama calon wabup itu," kata Chusni, Jumat (27/09/2019).

Terkait sudah terkirimnya nama calon wabup, bahkan telah ada dua nama, Chusni yang baru datang dari Jakarta akan segera melakukan komunikasi dengan bupati Malang dan partai pendukung lainnya. Pasalnya, sesuai mekanisme, Gerindra memiliki hak juga atas pengajuan calon eabup tersebut. 

"Kami punya hak untuk itu. Jadi, saat ada surat dari bupati untuk itu, kami secara prosedural melakukan beberapa langkah. Yaitu melakukan pelaporan ke DPP dan instruksinya adalah untuk mempersiapkan kader terkait itu," urainya.

Ternyata, dari perkembangan di lapangan, Gerindra terkesan ditinggal oleh parpol pengusung lainnya. "Tentunya kami akan bersikap. Selain itu, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan nama calon wabup ini ke DPP, DPC dan seluruh kader partai. Juga tentunya kamib punya tanggung jawab kepada masyarakat terkait ini," tegas Chusni yang berencana nanti malam melakukan pertemuan dan komunikasi dengan Sanusi dan partai pendukung lainnya.

Disinggung dua nama calon wabup yang berasal dari luar partai, Chusni tidak terlalu mempersoalkan hal itu. Tapi, menurut dia, etisnya calon tersebut dari kader partai. "Etisnya ya dari kader partai. Karena ini memperlihatkan adanya proses kaderisasi dan pembelajaran politik kepada masyarakat," ujarnya.

Terkait nama Mohamad Soedarman maupun Abdur Rosyid Assadullah, Chusni juga mengatakan hanya sebatas mendengarnya saat rapat dengan parpol pendukung lainnya. Tapi, dirinya belum mengetahui latar belakang serta hal lainnya.

"Jadi kami hanya dengar nama itu saja (Soedarman, red). Tapi bagaimana jejaknya, ini yang kami tidak tahu. Ini pula yang membuat Gerindra belum menyepakati nama itu. Apalagi menandatanganinya," imbuh Chusni.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Malang Didik Gatot Subroto mengatakan, pihaknya tidak memiliki ranah atau kewenangan mencampuri nama-nama calon yang diajukan. Bahkan, bila ada sengketa antara partai pendukung terkait hal itu.

"Bukan ranah kami bila itu ada perselisihan di antara partai pendukung. Kami hanya menerima dan nantinya mengadakan rapat paripurna atas nama yang diajukan," ucap Didik Gatot.