Tersangka Ribut Sugeng Raharjo (dua dari kiri) saat diintrogasi polisi ketika sesi rilis di halaman Satreskrim Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Tersangka Ribut Sugeng Raharjo (dua dari kiri) saat diintrogasi polisi ketika sesi rilis di halaman Satreskrim Polres Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebelum dijebloskan polisi ke tahanan Polres Malang karena terbukti melancarkan aksi penjambretan, Ribut Sugeng Raharjo warga Desa Talok, Kecamatan Turen mengaku dirinya pernah menjalani hukuman penjara karena kasus pencopetan.

”Pada tahun 2017 lalu, saya pernah dipenjara karena kasus pencopetan handphone (HP). Bulan Maret lalu (2019), saya akhirnya dinyatakan bebas,” kata Ribut kepada MalangTIMES.com.

Baca Juga : Diduga Akibat Stroke, Tahanan Kasus Judi Polsek Klojen Meningal Dunia

Bukannya bertobat, “penyakit” pria 31 tahun itu justru kembali kambuh. 

Setelah resmi dinyatakan bebas usai menjalani masa tahanan kasus pencopetan, pria yang akrab disapa Ribut ini kembali berulah yakni melancarkan aksi penjambretan. 

”Sasaran saya adalah anak-anak yang sedang bermain HP di pinggir jalan,” sambung pria yang badannya dipenuhi dengan tatto ini.

Sebelum melancarkan aksinya, Ribut mengaku sempat berkeliling ke bebrapa wilayah yang ada di Kabupaten Malang guna mencari sasaran. 

Jika menemukan calon korban yang dianggap lengah, tersangka langsung memarkir sepeda motor yang dikendarainya yang kemudian merampas HP milik korban.

”Saya melancarkan aksi penjambretan sendirian, sebelum ditangkap polisi saya sudah pernah menjambret tiga HP milik korban. Ketiganya merupakan anak-anak yang tinggal di wilayah Kecamatan Gondanglegi,” terang pria yang sudah dikaruniai satu orang anak ini.

Usai melancarkan aksinya, lanjut Ribut, dia kemudian menjual HP hasil menjambret ke konter yang berada di wilayah Kabupaten Malang.

Biasanya, satu unit HP yang dia jual dibeli oleh konter dengan harga Rp 450 ribu.

”Terpaksa menjambret lagi, soalnya kepepet kebutuhan. Hasil penjualan HP curian saya gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari,” ungkap pria yang kesehariannya bekerja sebagai pembuat paving ini.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

Seperti sudah diberitakan, Ribut diringkus polisi pada pertengahan September 2019 lantaran terbukti melancarkan aksi pencurian dengan cara penjambretan.

Ketika diamankan dirumahnya yang beralamat di Desa Talok, Kecamatan Turen tersangka sempat kabur. Sehingga polisi terpaksa melumpuhkan kedua kaki pelaku dengan timah panas.

Selain menggelandang tersangka ke Polres Malang, beberapa barang bukti juga disita polisi guna kepentingan penyidikan. 

Yakni satu unit HP Xiaomi hasil curian, dan satu unit sepeda motor Satria Fu nopol N-3543-IS yang dijadikan sarana menjambret.

Akibat ulahnya, tersangka akhirnya kembali meringkuk ke penjara Mapolres Malang, lantaran dijerat polisi dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian. Dimana dalam pasal tersebut, tersangka diancam dengan kurungan penjara selama 5 tahun.