Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda saat ditemui awak media terkait kelanjutan kasus aduan penyebaran foto bugil. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda saat ditemui awak media terkait kelanjutan kasus aduan penyebaran foto bugil. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus aduan penyebaran foto bugil yang menyeret nama salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang berakhir damai. Setelah dinyatakan oleh Tim Tujuh PKB Kabupaten Malang dan pihak kuasa hukum, Polres Malang juga membenarkan adanya upaya damai itu.

”Berkas aduan penyebaran foto bugil sudah dicabut oleh yang bersangkutan,” kata Kasat Reskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda saat ditanya wartawan MalangTIMES.com, Kamis (26/9/2019).

Menurut Adrian, jika berkas aduan sudah dicabut, maka secara otomatis pihak kepolisian menghentikan  penyelidikan. ”Setelah mendapatkan surat aduan, kami langsung menindaklanjutinya. Namun saat berkas administrasi sedang disusun dan hendak menghadirkan beberapa saksi, pihak pengadu mencabut berkasnya. Jadi, penyelidikannya kami hentikan,” terang dia.

Seperti yang sudah diberitakan, anggota DPRD Kabupaten Malang berinisial KC  diadukan oleh istri sirinya, SW, atas dugaan kasus penyebaran foto bugil. Melalui kuasa hukumnya, SW melayangkan surat aduan tersebut ke Polres Malang dan kantor DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kabupaten Malang.

Berkas aduan yang dilayangkan wanita asal Kecamatan Bululawang itu menjadi serangan balik atas laporan KC yang ditujukan terhadap SW. Dalam laporannya, KC menyomasi istri sirinya itu agar segera mengembalikan  uang senilai Rp 200 juta yang telah diterimanya. Dalam berkas laporan yang disampaikan ke Polres Malang, uang ratusan juta itu disangkakan KC dengan dugaan kasus penipuan dan penggelapan.

Mengetahui kedua kadernya sedang bersitegang, DPC PKB Kabupaten Malang berupaya mengklarifikasi kasus tersebut dengan cara membentuk Tim Tujuh. Tim beranggotakan tujuh orang dan diketuai  Agus Salim -yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Malang ini- ditugasi untuk melakukan investigasi dan tabayyun terhadap kasus yang dialami KC dan SW.

Setelah mendalami kasus tersebut, tepatnya dalam lima hari setelah dibentuk, Tim Tujuh menyerahkan hasil investigasinya kepada Dewan Syuro PKB. Hasilnya, SW dan KC dikabarkan mendapatkan rekomendasi agar berdamai dan mencabut berkas mereka masing-masing ke Polres Malang.