Screenshot Video
Screenshot Video

MALANGTIMES - Sebuah video berdurasi dua menit tiba-tiba viral di media sosial youtube. Video dengan judul 'Wali Kota Malang Dukung Papua Merdeka Tanggal 25-09/2019 di Malang' itu pun langsung diserbu warganet.

Video tersebut diunggah pada Rabu (25/9/2019) kemarin oleh akun bernama Mutiara Hitam. Sampai dengan Kamis(26/9/2019) sore, video itu sudah ditonton lebih dari enam ribu kali. Sementara dalam keterangan video yang diunggah Mutiara Hitam itu, disebut bahwa video tersebut diambil pada  25 September 2019.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

"Wali kota Malang hadir di tengah-tengah mahasiswa Malang dalam aksi demo di Malang. Dan wali kota Malang dukung Papua Merdeka tanggal 25 - 09/ 2019," tulis keterangan video tersebut.

Dalam video tersebut, tampak Sutiaji membacakan beberapa tuntutan yang disampaikan  para demonstran. Di antaranya berkiatan dengan tuntutan keinginan penghentian pembangunan yang tidak memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.

"Enam, hentikan pembangunan yang tidak memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Tujuh, berikan kebebasan berekspresi berkumpul, berserikat, dan menyatakam pikiran di depan umum," kata Sutiaji saat membaca secarik kertas yang ia pegang sebagaimana tampak dalam video itu.

Namun ada yang janggal dalam video tersebut. Sebab, pada Rabu (25/9/2019) atau saat kejadian yang disebut di video itu, Wali Kota Malang Sutiaji tengah berdinas ke luar kota. Tepatnya dia menghadiri agenda presentasi nominator kepala daerah sangat inovatif dalam ajang Innovative Government Awards 2019 di Kementerian Dalam Negeri  di Jakarta.

Selain itu, dalam beberapa arsip yang dimiliki MalangTIMES, video tersebut menunjukkan bahwa itu merupakan aksi demo yang digelar mahasiswa dan aliansi masyarakat pada 25 September 2018 lalu. Aksi tersebut dilakukan mahasiswa sebagai bagian untuk memperingati Hari Tani Nasional.

Saat itu, setidaknya ada 19 tuntutan yang disampaikan mahasiswa. Di antaranya berkaitan dengan tidak ada lagi monopoli dan perampasan tanah. Selain itu, mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia hingga penghapusan kriminalisasi.

Dalam aksi demo itu juga, Sutiaji sempat diminta untuk membacakan sederet tuntutan yang disampaikan. Ketika itu, pria berkacamata itu menyetujui dan menaiki mobil bak serta membacakan sederet tuntutan tersebut.

Klarifikasi Wali Kota  Sutiaji

Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Sutiaji menyampaikan bahwa itu merupakan video lama. Dia menyebut video tersebut diambil satu hari pasca-dia dilantik sebagai wali kota Malang. Saat itu ia baru saja menghadiri kegiatan di gedung DPRD Kota Malang dan hendak kembali ke Balai Kota Malang.

"Saya ingat, itu satu hari pasca-saya dilantik. Waktu itu ada kegiatan di DPRD, tapi saya lupa. Terus saya ditodong sama teman-teman wartawan untuk bacakan tuntutan dan saya bacakan juga saat itu," ungkapnya kepada MalangTIMES.

Sutiaji  juga menyebut jika aksi itu dilakukan untuk memperingati hari tani. Sehingga itu menjadi salah satu bentuk apresiasi dan dukungan yang ia berikan kepada para mahasiswa karena telah berjuang untuk kemajuan bangsa.

Namun, Sutiaji sangat menyayangkan saat video tersebut disalahgunakan. Terlebih, saat ini masih ramai diperbincangkan isu yang masih sensitif. Sehingga dia berharap masyarakat lebih bijak dalam menilai sebuah berita, terlebih yang berasal di media sosial. "Dikroscek dulu kebenarannya. Jangan asal sebar," tandasnya.

Saat ini, Sutiaji masih mencari tahu lebih jauh lagi siapa penyebar video tersebut. Termasuk motif diunggahnya video tersebut tepat satu tahun pasca-pengambilan video tersebut. "Akan dicari tahu lebih jauh lagi, dan diminimalisasi supaya tidak ada lagi hoax," pungkasnya.