Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono memberikan apresiasi kepada DKP Kabupaten Malang terkait giat mengangkat bahan pangan lokal sebagai konsumsi masyarakat (for MalangTIMES)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono memberikan apresiasi kepada DKP Kabupaten Malang terkait giat mengangkat bahan pangan lokal sebagai konsumsi masyarakat (for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Lomba kreasi resep maupun pengolahan pangan lokal di Kabupaten Malang, terus digalakkan oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Jamin Nasib Tenaga Kerja, Disnaker-PMTSP Kota Malang Ajukan Skema Jaring Sosial

Tercatat, rangkaian lomba untuk memperkenalkan kekayaan pangan lokal Kabupaten Malang sebagai konsumsi masyarakat ini, tak kalah enak, sehat dan tentunya bergizi. Dibandingkan dengan pangan yang kini begitu marak dan dikenal masyarakat luas.

Selain itu, lomba tersebut juga memiliki misi dalam isu yang kini juga ramai diperbincangkan di Indonesia, yaitu stunting. Dimana, salah satu faktor penyebab stunting karena asupan makanan yang tidak sehat.

Hal inilah yang membuat DKP Kabupaten Malang, intensif menggelar acara tersebut. Tak terkecuali yang menyasar kepada para pelajar di Kabupaten Malang, seperti yang ada di acara lomba kreasi resep berbasis pangan lokal di SMK Negeri 1 Turen, Kamis (26/09/2019).

Diikuti 14 peserta dari SMK yang punya jurusan Tataboga, Perhotelan dan lainnya, lomba itu juga diarahkan dalam memperkenalkan kekayaan pangan lokal sekaligus upaya dalam mencegah stunting di Kabupaten Malang.

Nasri Abdul Wahid Kepala DKP Kabupaten Malang menyatakan, bahwa kita memiliki begitu banyak pangan lokal yang memiliki kandungan gizi tinggi untuk dikonsumsi. Potensi itulah yang kerap banyak masyarakat tidak mengetahuinya, dikarenakan berbagai sumber pangan lokal itu belum banyak diperkenalkan sebagai konsumsi sehari-hari.

"Inilah yang membuat kita rutin mengadakan lomba kreasi maupun resep makanan berbasis pangan lokal. Terutama juga untuk ikut serta mencegah stunting yang jadi fokus perhatian kita semua saat ini," ucap Nasri yang juga mengatakan, hasil dari berbagai lomba itu ternyata menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Baik, secara tampilan, rasa maupun kandungan gizi yang ada dalam bahan pangan lokal. "Semua gizi yang dibutuhkan untuk kesehatan atau stunting ada semua di bahan pangan lokal kita. Tinggal bagaimana ini dimasifkan dalam masyarakat," ujarnya.

Kepala DKP Kabupaten Malang Nasri Abdul Wahid saat di acara lomba beberapa waktu lalu (for MalangTIMES)

Program DKP Kabupaten Malang ini pun mendapat apresiasi khusus dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono. Menurutnya, untuk melakukan gerakan bersama pencegahan dan penurunan stunting diperlukan berbagai strategi.

"Salah satunya adalah melalui kegiatan mengolah bahan pangan lokal. Karena kita tahu bahwa stunting juga dikarenakan asupan yang tidak sehat dan tidak bergizi. Karena itu kami tentu mengapresiasi kegiatan ini," kata Didik Budi kepada MalangTIMES, Kamis (26/09/2019).

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Didik Budi juga menegaskan, kegiatan ini juga akan menjadi ruang dalam menumbuhkan minat dan bakat para pelajar, saat dirinya memberikan pernyataan atas kegiatan lomba kreasi resep berbasis pangan lokal dengan tema Cegah Stunting, Melalui Konsumsi Pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) dengan peserta para pelajar SMK di Kabupaten Malang.

"Ini bagus memperkenalkan makanan dari bahan pangan lokal kepada generasi muda pelajar. Mereka yang biasanya kenal makanan modern cepat saji, bisa tahu bahwa ada konsumsi sehat, tidak berbahaya dari sumber yang banyak tumbuh di Kabupaten Malang," ujar Didik Budi.

Harapan besar untuk mengenalkan berbagai makanan dan minuman dengan gaya kekinian lewat sumber dari bahan pangan lokal, memang mencuat kuat di Kabupaten Malang. Selain mampu menjadi alat cegah stunting juga akan mendukung dunia kuliner yang masih didominasi berbagai jenis menu makanan modern.

Bupati Malang Sanusi juga memberikan apresiasinya atas acara besutan DKP Kabupaten Malang. Dimana, Sanusi menyampaikan, acara itu bisa menjadi ruang memfasilitasi bakat dan meningkatkan kreasi cipta menu makanan berbasis pangan lokal di kalangan generasi muda.

"Jadi sangat baik ini. Nantinya akan lahir para juru olah makanan dan minuman yang mendayagunakan bahan pangan lokal. Kita juga siap nantinya di setiap acara Pemkab Malang, hasil olahan dari anak-anak jadi kudapan wajibnya," ujar Sanusi.

Beberapa menu ciptaan para pelajar dalam acara tersebut memang terlihat menggugah selera dan tentunya unik. Misalnya, menu Cendol Taro Casava Cake Pudding berbahan ubi dan Mocaf Strawbery Cookies berbahan singkong kreasi dari siswa SMKN 1 Turen. Atau, Kue Tok dan lapis Kimpul Unyu berbahan Talas kreasi dari siswa SMK Babussalam Pagelaran, Es Krim Kacang Merah, Sempol Tempe dan Puding Susu Kedelai kreasi dari siswa SMK Budi Utomo Kepanjen, dan Panacotta Murbei Layer Pumpkin berbahan buah Besaran- Labu Kuning dan kue Sweet Potato and Cassava Cake with Mango and Murbei Glaze yang dicampur bahan singkong buah labu dari kreasi siswa SMKN 1 Gedangan.