Wah, Bupati Malang Akan Gelontor Dana Ekstra Rp 1,5 Miliar untuk Seluruh Desa

MALANGTIMES - Kembali, Bupati Malang Sanusi meluncurkan janji kepada masyarakat. Setelah berbagai janji lainnya, seperti pengadaan mobil untuk camat, Kepala Desa (Kades), pendidikan gratis S1, iuran BPJS Ketenagakerjaan serta lainnya. Dimana, seluruh janji kepada masyarakat tersebut direncanakan akan digulirkan di tahun 2020 datang.

Kini, Sanusi kembali menyampaikan kabar gembira untuk 378 desa. Yaitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang akan menggelontor dana ekstra  sebesar Rp 1,5 miliar pada tahun 2020. Pernyataan itu disampaikan oleh Sanusi di acara Gema Desa di wilayah Sumberpucung. 

"Bantuan dana ekstra ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Bentuknya seperti apa, itu nanti terserah desa," kata Sanusi, saat itu di hadapan masyarakat.

Politikus PKB ini juga menegaskan, bahwa dana ekstra yang dijanjikan akan masuk ke pemerintah desa (pemdes) dengan besaran Rp 1,5 miliar per desa, bukan merupakan dana transfer desa. Yakni, dana yang setiap tahun, sejak tahun 2015 lalu melalui Undang-Undang Desa, masuk ke rekening desa. Baik alokasi dana desa (ADD) maupun Dana Desa (DD).

"Ini bukan dana itu. Dana ekstra di luar ADD dan DD," tegasnya saat ditanya terkait sumber anggaran dana yang tentunya sangat besar itu untuk desa.

Dengan ilustrasi saat ini, pemdes mengelola dana rata-rata setiap tahunnya telah mencapai Rp 1 miliar lebih dari sumber dana transfer. Sehingga bila benar ada sana ekstra yang disampaikan oleh Sanusi, maka pada tahun 2020 datang, pemdes akan mengelola hampir sekitar Rp 3 miliar.

Sayangnya, Sanusi, kembali tidak memberikan penjelasan teknis bagaimana anggaran itu tersedia. Seperti juga dengan beberapa harapan yang disampaikannya kepada para pemangku kepentingan tingkat kecamatan dan desa.

Orang nomor satu di Kabupaten Malang ini hanya menyampaikan, bahwa apa yang disampaikannya itu sedang dilakukan lobi dengan DPRD. "Untuk ini kita sedang lobi dengan DPRD. Saya berharap usulan bisa disetujui dan bisa masuk dalam APBD tahun 2020 datang," ucapnya senada dengan beberapa pernyataan lainnya terkait adanya berbagai program bantuan.

Berbagai pernyataan Sanusi dengan banyak program bantuan yang diarahkan melalui sumber pendapatan asli daerah (PAD) itu, tentunya membuat beberapa kalangan juga menggelengkan kepala. 

Sebagai ilustrasi, untuk janji pemberian dana ekstra sebesar Rp 1,5 miliar. Maka Pemkab Malang harus mengalokasikan dana sebesar 567 miliar. Atau, melebihi PAD di tahun 2018 lalu yang hanya mencatatkan pendapatan dalam APBD sejumlah 489 miliar.

Tentunya, dengan ilustrasi itu, Sanusi bisa merealisasikan dana ekstra ke 378 desa, bila hanya PAD tahun 2019 ini meningkat dibanding tahun lalu. Serta hanya dialokasikan untuk program dana ekstra itu saja, tanpa lainnya.

Tapi, lepas dari gambaran itu, Sanusi memiliki sikap optimis, bahwa seluruh yang disampaikan bisa terealisasi di tahun 2020 datang. Bahkan, dirinya menegaskan, walau banyak kalangan meragukan pernyataannya, tapi semua hal itu akan dibuktikannya di tahun depan.

Sanusi juga melanjutkan, dirinya berharap untuk dana ekstra senilai Rp 1,5 miliar per desa itu bisa dipergunakan untuk kegiatan pariwisata, jalan ataupun industri kreatif. "Yang implikasinya harus bermanfaat untuk mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

 

Top