Acara peletakan batu pertama pembangunan Stasiun Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Acara peletakan batu pertama pembangunan Stasiun Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mewujudkan rencana revitalisasi dan pengembangan Stasiun Malang Kotabaru. Stasiun utama di Kota Malang itu rencananya akan dibangun dalam dua tahap. Ada anggaran Rp 54 miliar dalam pembangunan tahap pertama direncanakan selesai dalam 8 bulan.

Corporate Devuty Director of Exiting Bussiness Development PT KAI Rochsjid Budiantor menyampaikan bahwa pembangunan Stasiun Malang Kotabaru tahap 1 bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan peningkatan jumlah penumpang. "Konsep desain pengembangan Stasiun Malang terinspirasi dari bentuk Gunung Putri Tidur yang berlokasi di antara Kabupaten Malang dan Kota Baru," ujarnya.

Saat ini, stasiun yang terletak pada ketinggian +444 meter si atas permukaan laut tersebut termasuk dalam Daerah Operasi 8 Surabaya dan memiliki sembilan jalur kereta api. Nantinya, wajah baru Stasiun Malang Kotabaru akan menghadap ke timur untuk kedatangan dan keberangkatan penumpang. 

Setiap tahunnya, tercatat jumlah penumpang KA di Stasiun Malang selama tahun 2018 berjumlah 1.787.286 penumpang. Jumlah ini naik 21 persen dibandingkan tahun 2017 dengan jumlah penumpang 1.478.370 orang. Untuk tahun 2019, jumlah penumpang periode Januari sampai dengan Agustus berjumlah 533.409 penumpang, jumlah tersebut diprediksi akan terus meningkat hingga akhir tahun. "Di sini rata-rata ada 6 ribu penumpang setiap hari," terangnya. 

Hari ini (24/9/2019) dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek pengembangan Stasiun KA Malang Tahap I. Acara groundbreaking yang bertempat tersebut dihadiri oleh Wali Kota Malang Sutiaji, Kadishub Jatim, Kepala Cabang Jasaraharja Jatim, jajaran Manajemen PT KAI Daop 8 Surabaya, Kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat.

Executive Vice President PT KAI Daop 8 Surabaya, Suryawan Putra Hia  menerangkan bahwa pengembangan Stasiun Malang ini akan dilakukan 2 tahap. "Saat ini adalah tahap I yang berupa pembangunan stasiun malang sisi timur dan pembangunan skybridge," terangnya. 

Nantinya Stasiun Malang hasil pengembangan tahap I akan mempunyai luas bangunan 2.086 m2, luasan parkiran 7.826 m2 dan ukuran skybridge 6,5 x 72 m. Pada bangunan baru Stasiun Malang ini, nantinya bisa menampung kapasitas penumpang sebanyak 2.450 orang. "Bahwa tekad kita untuk mengembangkan transportasi di wilayah Jatim agar terus maju, sehingga bisa sejajar dengan transportasi perkeretaapian di Jakarta, khususnya di sektor kereta api komuter," urainya.