MALANGTIMES - Panasnya suasana beberapa pekan ini serta gemuruhnya demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah telah membuat beberapa nama pejabat pemerintah menjadi bahan satir warganet.

Tidak hanya presiden Jokowi yang kena duluan melalui sampul majalah Tempo yang menggambarkan bayangannya sebagai Pinokio.

Tapi Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto pun kena getahnya.

Sosok yang kerap diduga banyak kalangan, misalnya Kivlan Zen, sebagai bagian atau dalang kerusuhan 1998 sampai otak pembentukan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa.

Walau ditolak mentah-mentah Wiranto atas hal itu, kini giliran warganet yang menyerangnya.

Satir terkait Wiranto pun duduk diperingkat 6 trending topik Indonesia di lini masa dengan cuitan warganet sebanyak 18,8 ribu.

Salah satu warganet membuat satir terkait Wiranto dengan menyatir bait puisi Sapardi Djoko Damono yang diplesetkan. 

"Yang fana hanyalah waktu, wiranto abadi," tulis @vvatchmanners, Selasa (24/09/2019).

@nikkoilham juga menuliskan satirnya kepada Wiranto, sebagai berikut : "Aktivis dari mahasiswa silih berganti. Wiranto tetap abadi," cuitnya.

Beberapa warganet, bahkan memosisikan perlawanan mahasiswa sejak tahun 1998 sampai 2019, harus selalu berhadapan dengan sosok yang sama, yaitu Wiranto. 

Seperti disampaikan @muliawanramzy, "Dipikir-pikir suram juga kita ini, 98 ngelawan Wiranto 19 ngelawan Wiranto lagi. 

Villain-nya gak beragam," tulisnya yang juga disambung oleh @mouldie_sep yang menciutkan, "Kata siapa yg awet muda cuma kak seto sama keanu Reeves? Wiranto is the real imortal being," ujarnya.

Mencuatnya kembali nama Wiranto di tengah panasnya aksi massa menentang RUU diberbagai daerah, disulut dengan pers rilisnya di salah satu televisi. 

Dalam pers rilis itu, Wiranto menyampaikan Presiden Jokowi mendengarkan aspirasi rakyat dan kepentingan rakyat. 

Sehingga meminta DPR untuk menunda beberapa RUU yang akan disahkan hari ini.

"Ada 8 RUU yang rencananya akan disahkan sebelum periode DPR berakhir. Tapi ternyata ada banyak hal yang perlu untuk diperbincangkan kembali termasuk masukan dari masyarakat. Jadi presiden hanya menyetujui 3 RUU saja," ucap Wiranto.

Wiranto melanjutkan, aksi demonstrasi tidak relevan lagi dan dikhawatirkan ditunggangi kelompok tertentu. 

"Masukan itu bisa disampaikan dengan cara lain, yakni dialog dengan DPR periode selanjutnya atau dengan pemerintah," tegasnya.

Beberapa pernyataan itulah yang kemudian membuat warganet bereaksi di dunia maya.

Beberapa pemakaian redaksi ditunggangi serta suasana demonstrasi yang hampir mirip dengan di tahun 1998, membuat warganet pun membanjiri Wiranto dengan komentar satir.
@ArdiPandau : "Nampaknya ilmu wiranto cuman sekitar kata2 tunggang dan menunggangi... Kalao wiranto, siapa yg menungganginya..." cuitnya.

Cuitan lain dari @mat_bambang juga memberikan kritik pedas sekaligus harapan atas para pejabat di tahun 2019-2024 datang. 

Dirinya menuliskan, "21 taun indonesia reformasi, semoga 2019 udah ga perlu lagi ada orang2 kayak jaman orba" ujarnya.

Kembali kepada sosok Wiranto yang disebut warganet dengan satir yang abadi ini, memang cukup banyak di tagar Wiranto ini. @kiplizkhan juga menuliskan, "1998 Wiranto, eh 2019 taunya Wiranto lagi. Yang fana adalah waktu, Wiranto abadi," cuitnya.