MALANGTIMES - Pelayanan dasar yang akan kembali dimasifkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang pada  tahun 2020 adalah kesehatan. Yaitu dengan akan dibangunnya rumah sakit tipe B baru di wilayah Turen.

Pembangunan itu akan menggenapkan keberadaan rumah sakit daerah yang telah ada di Kabupaten Malang. Yakni Rumah Sakit Lawang, Kanjuruhan di Kepanjen, dan Rumah Sakit Ngantang.

Dengan adanya rencana pembangunan rumah sakit  di Turen juga akan menggenapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Malang. Sehingga, nantinya akan ada empat rumah sakit yang akan men-cover masyarakat di berbagai wilayah, baik barat, utara, selatan, dan timur.

"Nantinya,  tahun 2020, Kabupaten Malang akan memiliki empat rumah sakit daerah. Sehingga pelayanan kesehatan akan semakin lengkap dan masyarakat di berbagai wilayah tidak perlu jauh-jauh kalau sakit dan berobat. Misal yang dari wilayah selatan timur bisa ke rumah sakit di Turen. Tidak perlu jauh-jauh ke Kanjuruhan," kata Bupati Malang Sanusi.

Dengan bantuan anggaran Provinsi Jawa Timur (Jatim), pembangunan RS Turen diperkirakan menghabiskan anggaran sekitar Rp 50 Miliar. Anggaran tersebut, lanjut Sanusi, telah dibicarakan dan diajukan kepada Pemprov Jatim dalam sebuah rapat koordinasi dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa.

"Anggaran pembangunan rumah sakit  di Turen sudah disetujui untuk tahun 2020 mendatang. Kami akan melakukan pemetaan lokasi atau tanah di Turen yang akan dijadikan rumah sakit," ujar Sanusi.

Dia menyebutkan juga, untuk pembangunan rumah sakit tipe B, dibutuhkan lahan sekitar 5 hektare (ha). Lahan untuk pembangunan rumah sakit di Turen ini rencananya juga akan mempergunakan tanah atau lahan eks bengkok. Menurut Sanusi, cukup banyak lahan eks bengkok yang masih belum dioptimalkan fungsinya setelah pemerintah kelurahan tidak lagi memiliki hak penguasaan atas tanah tersebut.

Rencana pembangunan rumah sakit daerah itu dirasa Sanusi akan membuat masyarakat semakin dimudahkan dalam mengakses layanan kesehatan. Sehingga tidak ada lagi persoalan-persoalan masyarakat terkendala atas ketidaksediaan unit layanan kesehatan berupa rumah sakit.

"Jadi, untuk warga di wilayah utara bisa akses rumah sakit di Lawang. Untuk barat, ada rumah sakit di Ngantang. Selatan timur nantinya bisa akses di Turen. Sedangkan warga selatan barat bisa ke RS Kanjuruhan di Kepanjen," terang Sanusi.

Tekait sisi teknis, baik dokter dan perawat, Sanusi menyampaikan nantinya akan mengikuti setelah proses pembangunan terlaksana dan terselesaikan. "Untuk teknis kan mengikuti. Nanti setelah selesai, semuanya pasti akan tersedia," pungkas nya.