Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian DK (batik merah) saat menemui massa aksi. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian DK (batik merah) saat menemui massa aksi. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ribuan mahasiswa terus membeludak memenuhi kawasan Bundaran Alun-Alun Tugu Kota Malang hari ini (Selasa 24/9). Berbeda dengan hari sebelumnya, massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (ARD) tersebut memakai atribut kampus masing-masing. Mereka menutup akses jalan dan menyerukan aksi tuntutannya di depan gedung DPRD Kota Malang.

Dari pantauan MalangTIMES.com, beberapa perwakilan  mahasiswa melakukan mediasi dengan pimpinan DPRD Kota Malang. Usai menerima kesepakatan bersama, mereka menemui massa aksi yang masih terus berorasi di luar area gedung.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian DK mengatakan pihaknya siap meneruskan aspirasi dari masyarakat akan tuntutan-tuntutan yang dinilai kontroversial dan masih menjadi perbincangan publik.

"Banyak RUU (rencana undang-undang) yang menjadi kontroversi di masyarakat. Tapi  ada keterbatasan wewenang DPRD Kota Malang terkait hal itu. Tapi kami siap meneruskan ke pusat," ungkapnya.

Beberapa tuntutan terkait kebijakan pemerintah yang dinilai kontroversial yang diserukan peserta aksi yakni mulai disahkannya revisi UU tentang KPK, RUU Pertahanan, RKUHP, RUU PKS, hingga tentang karhutla (kebakaran hutan dan lahan) serta problem agraria.

"Ada beberapa menuntut DPRD Kota Malang untuk mendesak presiden. Itu bukan wewenang kami. Tapi kami akan sampaikan kepada masing-masing fraksi kami di pusat atas aspirasi mereka ini," imbuh Made.

Meski begitu, pihaknya juga mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan para mahasiswa tersebut. Namun, ia mengharapkan semua tetap berada pada koordinasi dan tidak menimbulkan efek-efek negatif dan kericuhan.

"Kami mendukung kegiatan seperti ini. Tapi tetaplah pada koordinasi yang kuat dan solid. Jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang akhirnya menimbulkan kericuhan," ucapnya.

Hingga saat ini, massa aksi masih terus beorasi di depan gedung DPRD Kota Malang. Aparat kepolisian juga melakukan penjagaan ketat untuk terciptanya suasana aksi yang aman dan kondusif.