Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono (for MalangTIMES)
Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono (for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberhasilan program kerja pemerintahan daerah (Pemda) tidak bisa lepas dari arah kebijakan dan koordinasi kuat dari sosok Sekretaris Daerah (Sekda). Peran dan fungsi Sekda dalam merumuskan kebijakan dan mengkoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi bagian dalam kesuksesan program kerja Pemda.

Tak terkecuali di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang yang jadi rujukan dan ruang belajar dari 72 peserta Diklatpim III angkatan VI tahun 2019 dari Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Regional Yogyakarta.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Kedatangan puluhan peserta Diklatpim itu, tentunya dalam rangka menimba berbagai keberhasilan yang telah dan akan terus berjalan di Pemkab Malang. Khususnya, terkait tiga program pelayanan yang telah menorehkan prestasi skala nasional, yaitu tata kelola lingkungan hidup, pengelolaan kependudukan dan pencatatan sipil serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana.

Ditemui secara langsung oleh Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, para peserta Diklatpim itu memang telah lama terpincut dengan berjalannya tiga program tersebut.

Lewat Didik Budi yang fasih menyampaikan tiga program tersebut, puluhan peserta Diklatpim pun semakin tertarik untuk mereplikasi tiga program tersebut. 

"Alhamdulillah, mereka sangat antusias untuk mempelajari tiga program ini. Kedatangan mereka ke Kabupaten Malang memang menurut mereka karena tiga program itu telah berjalan baik dan mendapat pengakuan secara nasional. Mereka ingin mereplikasi keberhasilan ini di daerahnya," tutur Didik Budi kepada MalangTIMES, Selasa (24/09/2019).

Bukan sekedar isapan belaka. Tiga program tersebut memang telah lama diakui keberhasilan di tingkat nasional.

Sekda Kabupaten Malang Didik Budi (kiri) bersama Bupati Malang Sanusi (kanan)

Di bidang lingkungan hidup, misalnya, sejak tahun 2012-2013 Kabupaten Malang langsung mendapat empat penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup. Yakni Adipura Kategori Kota Kecil, Adiwiyata Mandiri dan dua penghargaan Kalpataru Kategori Pengabdi Lingkungan dan Manggala Karya Kencana. 

Di tahun 2016 sampai 2018 lalu, bidang lingkungan hidup juga meraih berbagai penghargaan tingkat nasional dan provinsi. Yakni, Adipura Kirana untuk ketegori Kota Kecil Kepanjen yang merupakan penghargaan Adipura ke 9 yang diterima Pemerintah Kabupaten Malang, Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional yang diraih oleh 2 sekolah dan 5 sekolah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi, Kampung Proklim, Kalpataru tingkat Provinsi untuk kategori Perintis, Pengabdi dan Penyelamat Lingkungan dan Peringkat Pertama Program Menuju Provinsi Hijau Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Pun untuk bidang pengelolaan kependudukan dan pencatatan sipil serta pengendalian penduduk dan keluarga berencana. Kita tentu ingat di tahun 2018 inovasi Contraceptive For Women At Risk (Contra War) Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) resmi ditetapkan menjadi Top 40 Inovasi Pelayanan Publik oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

"Berbagai keberhasilan itu membuat puluhan peserta Diklatpim melirik Kabupaten Malang dan belajar. Nilai utama berbagai inovasi itu karena bukan hanya sekedar bagus dalam tataran program saja, tapi bisa diaplikasikan dan terbukti berhasil di dalam masyarakat," ujar Didik Budi.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Didik Budi juga menjelaskan, di bidang pengelolaan kependudukan dan pencatatan sipil pun, banyak program yang sangat inovatif dan telah berjalan sampai saat ini. Salah satunya adalah  Jemput Bola Administrasi Penduduk (Jebol Anduk).

Jebol Anduk Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang telah terbukti berhasil memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Dengan luasan wilayah di Kabupaten Malang, program ini mampu memberikan kemudahan masyarakat untuk mengurus berbagai hal terkait Adminduk.

"Wilayah kita luas. Dengan Jebol Anduk, kita yang datangi ke berbagai wilayah itu. Sehingga masyarakat bisa terlayani di lokasinyavmasing-masing. Di tingkat kecamatan kita juga terus tingkatkan alat perekaman untuk pelayanan adminduk ini," ucap Didik Budi yang mengatakan atas inovasi itu pula Dispendukcapil setiap tahun diganjar predikat  role model penyelenggara pelayanan publik kategori baik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) RI. 

Berbagai keberhasilan di tiga program ini pula yang membuat puluhan peserta Diklatpim terpesona. Salah satu peserta, bahkan mengatakan akan melakukan adopsi atas tiga program tersebut.

Sementara salah satu wakil peserta Diklatpim dari Yogyakarta, Firdaus mengakui keberhasilan Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengendalikan ketiga bidang tersebut.

“Memang tujuan pemilihan ke Kabupaten Malang adalah untuk belajar atas keberhasilan di tiga program itu. Ilmu yang kita dapat dari hasil kunjungan ini akan kita adopsi untuk dikembangkan di daerah kami,”ucapnya.