SW beserta kuasa hukumnya saat mengadukan salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang dengan dugaan kasus penyebaran foto bugil dan perzinaan ke Polres Malang (Foto : Istimewa)
SW beserta kuasa hukumnya saat mengadukan salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang dengan dugaan kasus penyebaran foto bugil dan perzinaan ke Polres Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Kasus dugaan perzinaan dan penyebaran foto bugil yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang, segera menghilang. Hal itu dikarenakan perkara tesebut telah mencapai kesepakatan untuk berdamai.

Klaim tersebut disampaikan langsung oleh salah satu personel Tim Tujuh PKB, kepada malangtimes.com. ”Sudah selesai itu, kasusnya sudah berakhir damai. Kedua belah pihak sudah memutuskan untuk berdamai,” kata salah satu personel Tim Tujuh yang mewanti-wanti agar namanya tidak dituliskan dalam pemberitaan ini.

Seperti yang sudah diberitakan, para tokoh PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) pernah menggelar rapat gabungan bersama dewan Syuro dan Tanfidz DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kabupaten Malang, pada Kamis (12/9/2019) lalu.

Rapat gabungan yang diselenggarakan di Kantor DPC PKB Kabupaten Malang ini, menemui kesepakatanuntuk membentuk Tim Tujuh. Dimana Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Malang, Agus Salim ditunjuk lansung sebagai pimpinan Tim Tujuh.

Tim yang beranggotakan tujuh orang ini, ditugaskan untuk melakukan investigasi sekaligus tabayyun terhadap kasus aduan yang dilayangkan SW (Inisial) terhadap suami sirinya yang berinisial KC.

Perlu diketahui, KC dan SW ini sudah resmi berstatus suami istri secara siri pada bulan Agustus 2018 lalu. Keduanya merupakan kader dari partai yang sama, yakni dari partai PKB.

Namun karena hubungan asmara keduanya terbongkar oleh istri pertama KC. SW akhirnya memilih untuk menjauhi suami sirinya tersebut.

Mungkin karena sakit hati, salah satu politisi asal Kecamatan Turen ini akhirnya nekat melaporkan istri sirinya tersebut ke Polres Malang atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan sejumlah uang. 

Merasa tidak terima, SW akhirnya melakukan serangan balik dengan mengadukan KC atas dugaan kasus penyebaran foto bugil dan perzinaan. Melalui kuasa hukumnya yang juga pernah menjadi kompetitor KC saat mencalonkan menjadi anggota dewan, SW melayangkan surat aduan tersebut ke Polres Malang dan Kantor DPC PKB Kabupaten Malang.

”Kami (Tim Tujuh) kan ditargetkan bekerja selama lima hari terhitung sejak resmi terbentuk, jadi hasil investigasinya seperti apa sudah kami serahkan kepada Dewan Syuro untuk ditindak lanjuti,” terangnya.

Salah satu sumber MalangTIMES.com ini juga mengatakan jika, beberapa hari lalu Dewan Syuro sudah mengambil rekomendasi khusus terkait kasus perseteruan dua kader partai berlogo sembilan bintang tersebut.

”Kemarin sudah kami konfirmasi, informasinya Dewan Syuro sudah memberikan rekomendasi agar kedua belah pihak berdamai. Usai melakukan pertemuan tersebut, keduanya pergi ke Polres Malang untuk mencabut berkas aduan yang pernah mereka (KC dan SW) adukan ke polisi,” ungkapnya.

Berakhirnya kasus yang berujung damai tersebut, menyusul adanya temuan Tim Tujuh yang tidak menemukan adanya pelanggaran dari sudut pandang agama. ”Tidak ada yang melanggar syara’ (hukum agama islam), keduanya kan memang keluarga (suami istri siri). Mereka juga sama-sama kader PKB, jadi instruksinya damai,” ujarnya.

Berawal dari statement tersebut, MalangTIMES.com kemudian mencoba untuk mencari kejelasan terhadap Ketua Tim Tujuh. Saat ditanyakan perihal temuan wartawan, Agus Salim selaku pimpinan Tim Tujuh terkesan membenarkan. ”Iya hasil investigasi dan tabayyun yang kami temukan memang seperti itu, informasinya Dewan Syuro sudah menginstruksikan keduanya untuk berdamai dan mencabut berkas aduan mereka (SW dan KC) masing-masing,” kata Agus Salim kepada MalangTIMES.com.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung memilih irit bicara perihal pencabutan berkas atas kasus dugaan penyebaran foto bugil dan perzinaan yang menyeret nama salah satu anggota dewan petahana tersebut. ”Koordinasi dengan Kasat Reskrim,” kata Ujung singkat saat ditanya wartawan terkait pencabutan berkas aduan KC dan SW di Polres Malang, Senin (23/9/2019).

Mendapat mandat tersebut, MalangTIMES.com akhirnya mencoba untuk menghubungi Kasat Reskrim Polres Malang, Senin (23/9/2019) petang. Namun meski sudah di telphone dan berkirim pesan melalui WhatsApp, AKP Adrian Wimbarda tidak memberi tanggapan. Hingga akhirnya berita ini ditayangkan setelah 4 jam usai pesan dan telphone wartawan dipastikan terhubung dan masuk ke telephone selular perwira polisi dengan pangkat tiga balok dibahu tersebut.