Tersangka kasus pencurian dan penadah barang hasil kejahatan saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Tersangka kasus pencurian dan penadah barang hasil kejahatan saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kerja keras polisi guna mengungkap jaringan pencurian akhirnya membuahkan hasil. 

Tiga dari empat orang komplotan pencurian handphone dan kendaraan bermotor akhirnya berhasil diringkus petugas gabungan dari Polsek Kepanjen dan Buser Satreskrim Polres Malang.

Baca Juga : Mau Beli Handphone Todongkan Pistol, Pria Ini Ditangkap Polisi

Satu dari tiga tersangka yang diamankan polisi adalah Legimin warga Dusun Pohkecil, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan. 

Pria 36 tahun itu diringkus polisi karena terbukti melakukan pencurian sekaligus penadah barang hasil kejahatan.

”Setelah sempat berstatus buron selama dua bulan, petugas gabungan akhirnya berhasil meringkus tersangka Legimin. Dari tangan pelaku polisi menyita barang bukti hasil kejahatan berupa 2 unit handphone,” kata Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, Senin (23/9/2019).

Saat dimintai keterangan oleh polisi, tersangka Legimin mengaku jika mendapatkan barang hasil curian tersebut dari seorang temannya yang bernama Yuasa Martinus warga Dusun Pohkecik, Desa Tumapkrejo, Kecamatan Gedangan.

”Selain terlibat jaringan pencurian, tersangka Yuasa ini juga memiliki bisnis konter handphone. Dimana sebelum kami amankan, yang bersangkutan sempat menjual hanphone kepada tersangka Legimin yang sudah kami amankan terlebih dahulu,” terang anggota polisi yang akrab disapa Ainun ini.

Dari hasil penyidikan, pria 30 tahun itu bernyanyi jika handphone hasil curian tersebut didapat dari seorang temannya. 

Yakni Sudarmaji warga Dusun Sumberarum, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan.

Mendapat keterangan tersebut polisi bergegas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pria 38 tahun itu, saat yang bersangkutan sedang berada di rumahnya.

”Tersangka Sudarmaji ini merupakan seorang Residivis, sebelum kami amankan tersangka juga pernah dijebloskan kedalam penjara karena terlibat jaringan pencurian kendaraan bermotor,” terang perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Terungkapnya kasus pencurian ini berawal dari laporan Wachiyat warga Dusun Trenyang, Kecamatan Sumberpucung. 

Dalam laporannya wanita 59 tahun itu mengaku jika sepeda motor beat nopol N-3352-EER dan dua unit handphone miliknya telah hilang dicuri.

Kejadian memilukan tersebut terjadi pada bulan Juli 2019 lalu. 

Ketika itu Wachiyat dan seorang anaknya sedang menyaksikan balap liar yang diadakan di Stadion Kanjuruan.

Setibanya di lokasi kejadian, korban sempat memarkirkan kendaraan miliknya di halaman parkir yang tersedia di Stadion Kanjuruan. 

Baca Juga : Hati-Hati Jambret, Barang Belanjaan Tak Seberapapun Disikatnya Kini

Selain itu, korban juga menyimpan kedua handphone miliknya didalam jok sepeda motor.

Sebelum meninggalkan area parkiran, korban sempat memastikan jika kendaraannya sudah dalam kondisi stang terkunci.

Sekitar 30 menit kemudian, Wachiyat yang saat itu melihat ke arah parkiran mendapati jika kendaraan miliknya sudah tidak ada di tempat semula. 

Menyadari jika dirinya baru saja menjadi korban pencurian, korban akhirnya melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Berselang sekitar dua bulan kemudian, petugas gabungan dari Polsek Kepanjen dan Buser Satreskrim Polres Malang, berhasil meringkus komplotan pencurian tersebut pada akhir pekan lalu.

Dari hasil penyidikan polisi, komplotan pencurian ini beranggotan empat orang pelaku. 

Dimana satu orang diantaranya diketahu berinisial ST. 

”Identitas pelakunya sudah kami kantongi, petugas masih melakukan penyelidikan guna mengamankan seorang pelaku yang masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang) tersebut,” jelas Ainun.

Guna kepentingan penyidikan, lanjut Ainun, satu unit sepeda motor Beat dan dua handphone hasil curian disita polisi sebagai barang bukti.

”Smentara ini terhadap ketiga tersangka kami kenakan pasal 363 KUHP, tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat). Sedangkan terhadap tersangka Legimin juga kami sangkakan dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan barang hasil curian,” tutup mantan Kasat Binmas Polres Malang ini.