KC anggota DPRD Kabupaten Malang saat menghadiri acara pelantikan Bupati Malang di Surabaya (Foto : Istimewa)
KC anggota DPRD Kabupaten Malang saat menghadiri acara pelantikan Bupati Malang di Surabaya (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Selasa (17/9/2019) lalu, merupakan moment terakhir bagi tim tujuh bentukan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), guna melakukan investigasi sekaligus tabayyun terhadap kasus aduan dugaan penyebaran foto bugil dan perzinaan yang dilakukan oleh salah satu kadernya.

Namun semenjak resmi terbentuk, bebagai kendala ternyata sempat mewarnai proses investigasi yang dilakukan oleh tim tujuh. Salah satu kendalanya adalah pihak pengadu (SW) dan yang diadukan (KC) memilih untuk menghilang dari peredaran.

Hingga akhirnya, setelah sempat melalui banyak drama, KC (inisial), salah satu Anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang dari Fraksi PKB ini akhirnya mulai terlihat batang hidungnya.

Belakangan diketahui, saat pelantikan Bupati Malang yang dilangsungkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (17/9/2019). KC terpantau menghadiri agenda tersebut. Saat ditemui awak media dan ditanya terkait kasus yang menyeret namanya. KC hanya mengutarakan jika dalam waktu dekat ini pihaknya bakal memberikan penjelasan terkait kasus dugaan penyebaran foto bugil dan kasus perzinaan yang diadukan oleh istri sirinya yang berinisial SW tersebut.

"Terkait kasus itu (penyebaran foto bugil dan perzinaan) saat ini saya masih berkoordinasi dengan kuasa hukum saya. Nantinya dalam waktu dekat ini rencananya saya bakal kumpulkan wartawan dan menjelaskan secara gamblang tentang berkembangnya kabar terkait kasus tersebut (penyebaran foto bugil dan perzinaan),” kata KC singkat saat ditemui awak media beberapa waktu lalu.

Seperti yang sudah diberitakan, guna menindaklanjuti aduan yang menyeret nama salah satu kadernya. Pada Kamis (12/9/2019) lalu, para tokoh partai berlogo sembilan bintang tersebut, menggelar rapat gabungan bersama dewan Syuro dan Tanfidz DPC PKB.

Hasil dari forum rapat itu menemui kesepakatan untuk membentuk tim tujuh. Dimana Agus Salim yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Malang, ditunjuk langsung sebagai pimpinan tim tujuh.

Tim yang beranggotakan tujuh orang itu, ditugaskan untuk melakukan investigasi sekaligus tabayyun terkait surat pengaduan yang dilayangkan oleh SW ke Polres Malang dan Kantor DPC PKB Kabupaten Malang. Dimana dalam surat pengaduannya, SW melaporkan jika salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang periode 2019-2024 itu, diduga telah melakukan penyebaran foto bugil dan perzinaan.

Melalui Sekretaris DPC PKB Kabupaten Malang, Muslimin, tim yang beranggotakan tujuh orang tersebut di-deadline dapat menyelesaikan tugas mereka dalam tempo waktu lima hari.

Faktanya, hingga batas waktu terakhir. Tim yang dinahkodai Agus Salim ini terkesan jalan di tempat. Hal ini menyusul adanya informasi jika SW yang dikabarkan bakal bertemu dengan ketua tim tujuh mendadak membatalkan agenda tersebut lantaran sakit.

Di sisi lain, semenjak namanya santer diberitakan di media masa, KC memilih menghilang dari peredaran publik. Bahkan saat di telphone oleh wartawan MalangTIMES.com, yang bersangkutan memilih mengabaikan sebelum akhirnya nomornya sempat tidak aktif dalam beberapa hari lalu.

Bahkan saat wartawan bertandang ke rumahnya yang ada di wilayah Kecamatan Turen. KC juga sedang tidak ada di tempat. Berdasarkan keterangan para tetangganya, semenjak namanya terseret kasus dugaan penyebaran foto bugil dan perzinaan. Salah satu anggota dewan petahana itu, jarang terlihat di rumahnya. Bahkan jika pulang ke rumah, dalam beberapa jam kemudian akan kembali pergi meninggalkan kediamannya.

Saat dikonfirmasi kembali oleh MalangTIMES.com, Minggu (22/9/2019). KC diketahui sedang ada beberapa agenda undangan. Bahkan saat dihubungi melalui telephone selular, nomor handphone KC ternyata sudah dipasrahkan kepada sopir pribadinya. ”Iya ini memang nomor beliau (KC), tapi saya disuruh bawa handphonenya. Tadi bapak sedang ada agenda undangan di dusun soalnya, acara jalan santai,” kata sopir pribadi KC yang mengaku bernama SS (inisial).

Ketika ditanyakan akan agenda press rilis terkait aduan penyebaran foto bugil dan perzinaan yang dilayangkan terhadap KC. Sopir pribadinya tersebut mengaku jika juragannya (KC) sedang kedatangan sodaranya yang berasal dari Surabaya.

”Mungkin sekitar jam tiga (sore) nanti bapak mau ngantar sodaranya balik ke Surabaya. Kalau terkait itu (jumpa perss) saya tidak tahu pasti, nanti saya sampaikan kalau ada telphone dari sampean (wartawan MalangTIMES.com),” tutup SS saat menjawab permintaan wartawan agar segera telphone balik jika yang bersangkutan ada waktu longgar.

Namun hingga berita ini ditulis, tepatnya sekitar 6 jam paska ditelephone, KC terpantau belum menghubungi MalangTIMES.com, dan saat ditelephone meski terdengar nada hubung, panggilan dari wartawan diabaikan.