MALANGTIMES - Peredaran pil dobel L alias pil koplo alias pil anjing gila, kian marak. Terbukti dengan diamankannya pelaku pengedar pil tersebut oleh Polsek Sukun, Kota Malang beberapa waktu lalu.

Kedua pelaku pengancam rusaknya masa depan generasi muda dengan pil koplo tersebut, yakni M Dani S (23) dan juga Deni Wahyudi (23). 

Kedua pelaku merupakan warga satu Dusun Gedangan, Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Keduanya ditangkap petugas setelah didapatkan informasi keduanya merupakan pengedar pil koplo yang meresahkan warga kawasan Sukun.

Dari informasi itu, kemudian dilakukan penyelidikan sampai akhirnya dilakukan penangkapan terhadap dua pelaku.

Benar saja, saat ditangkap dari tangan kedua pelaku diamankan 2291 butir pil dobel L dan juga uang tunai sebesar Rp 850 ribu yang diduga merupakan uang hasil penjualan pil dobel L.

Selain itu, petugas juga mengamankan ponsel para pelaku yang didalamnya terdapat bukti percakapan transaksi dobel L. 

Dari situ, keduanya tak bisa mengelak lagi dan akhirnya digelandang ke Polsek Sukun.

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander, mengungkapkan, jika pihak Polres Malang Kota terus berkomitmen melakukan pemberantasan narkoba semaksimal mungkin.

Untuk itu, para pelaku yang tertangkap, terus dilakukan pendalaman guna mengungkap jaringannya.

"Terus kami kembangkan, kami akan berantas narkoba maupun hal-hal perusak masa depan generasi bangsa, semaksimal mungkin, sehingga bisa benar-benar terbebas dari hal tersebut," jelasnya

Akibat perbuatan tersebut, kedua warga satu kampung yang membahayakan masa depan generasi muda itu terancam Pasal 197 subsider 196 uu RI, no 36 th 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 15 tahun penjara.