MALANGTIMES - MALANGTIMES - Kebiasaan hidup bersih di masyarakat dinilai masih belum begitu maksimal.

Hal itu ditandai dengan penyakit yang kerap dijumpai dari keadaan lingkungan yang kurang bersih.

Seperti yang dijumpai di Puskesmas Mulyorejo, yang mana penyakit diare dan demam tifoid (tipes) masih meraja lela. 

Penyebabnya, disinyalir karena kurangnya memperhatikan kebiasaan kenersihan lingkungan.

"Diare san tipoid atau tipes masih dijumpai di lingkup Puskesmas Mulyorejo, ini mengarah ke penyakit lingkungan ya. Kebiasaan masyarakat yang kurang bersih," ujar Kepala Puskesmas Mulyorejo, drg. Indra Ratna Sari.

Kebersihan lingkungan yang kurang diperhatikan bukan tidak mungkin bakal berkaitan dengan pencernaan. 

Hal ini lah jika dibiarkan bisa memunculkan penyakit diare akut (buang air besar secara terus menerus dengan tiba-tiba) dan tipoid.

Tipes atau demam tifoid adalah penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thyphi atau Salmonella paratyphi yang biasanya ditemukan di air atau makanan yang terkontaminasi.

"Karena lingkungan sangat dekat dengan pencernaan. Hal sepele, tapi kalau tidak diperhatikan akan menyebabkan penyakit. Salah satunya cuci tangan," imbuhnya.

Ya, kebiasaan cuci tangan yang tidak benar akan menjadikan sumber penyakit. Karenanya, masyarakat diminta untuk memperhatikan tata cara cuci tangan melalui enam tahapan. 

Yakni, memulainya dengan membasahi tangan dengan air mengalir yang bersih, pakailah sabun, kemudian gosok telapak tangan bersamaan, lalu gosok jemari-jempol dan kulit di sela-sela, bersihkan telapak tangan dan kuku, terakhir gosok bagian belakang setiap tangan.

"Itu harus dilakukan dengan benar, tapi memang kemungkinan masih banyak yang hanya sekedar cuci tangan begitu saja tidak pakai sabun. Kadang-kadang ini juga kebiasaan makan yang alat makannya dicuci seadanya, akhirnya menyebabkan diare dan tipes itu," paparnya.

Upaya pencegahan penyakit tersebut dapat dilakukan jika masyarakat melakukan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan benar. 

Memang, kebiasaan seperti ini seakan dianggap sepele. 

Namun, jika tidak diperhatikan dampaknya akan luar biasa terhadap penyakit.

"Pastinya kita harapkan masyarakat membiasakan perilaku PHBS, dan cuci tangan tadi. Nggak hanya sehabis makan, tapi habis BAS kemudian kalau mau menyusuhi juga harus cuci tangan. Karena kalau lingkungan tidak higienis dampaknya juga luar biasa terhadap penyakit," pungkasnya.