Program Sungai Bersih, Camat Singosari : Kita Harapkan Bisa Terwujud Destinasi Wisata Kali

Sep 22, 2019 17:47
Warga bersama komunitas mancing mania diberbagai wilayah asyik mengikuti lomba mancing sebagai bagian dalam program bersih sungai (for MalangTIMES)
Warga bersama komunitas mancing mania diberbagai wilayah asyik mengikuti lomba mancing sebagai bagian dalam program bersih sungai (for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sungai, bagi kebanyakan masyarakat masih dianggap sebagai sesuatu yang tidak bernilai ekonomis secara langsung. 

Baca Juga : Terkuak, Data Petani Terkena Limbah Greenfields Sejak Tahun Lalu Telah Dilaporkan, Tapi...

Tak terkecuali di Kabupaten Malang yang hanya memanfaatkan aliran sungai misalnya sungai Molek, Kepanjen, untuk irigasi persawahan saja.

Bagi sebagian lainnya, sungai bahkan menjadi tempat untuk membuang segala kotoran.

Baik sampah rumah tangga, buang air besar, bahkan masih ada yang memakainya untuk mandi dan mencuci. 

Eksesnya, sungai di Kabupaten Malang sejak tahun 2016 lalu mengalami pencemaran dan pendangkalan serius. 

Sungai diisi oleh 60 persen limbah domestik, seperti tinja, air cucian, dan kotoran dapur. 

Sungai Brantas yang jadi hulu dan  mengalir sepanjang 320 kilometer (km) melintasi 14 kabupaten dan kota di Jawa Timur (Jatim), kualitas dan kuantitasnya setiap tahun  menurun secara memprihatinkan.

Berbagai kondisi inilah yang membuat beberapa wilayah perkotaan di Kabupaten Malang seperti Singosari, terus mengawal berbagai program untuk meminimalisir kerusakan lebih parah di berbagai sungai yang melintasi wilayahnya.

Program sungai bersih misalnya menjadi langkah bagi pemerintah setempat untuk mewujudkan program tersebut. 

Program ini melibatkan seluruh masyarakat untuk bersama menjaga sungai yang ada dengan berbagai strategi yang mampu menarik minat mereka untuk terjun bersama-sama.

"Kita memiliki program kali bersih yang harus dikawal bersama untuk mewujudkannya. Karena kalau hanya kita sebagai pemerintahan saja, tentunya tidak akan maksimal," ucap Bagus Sulistyawan Camat Singosari, Minggu (22/09/2019) kepada MalangTIMES.

Bertolak dari hal itulah, Bagus menggandeng tokoh masyarakat sekitarnya untuk bersama mewujudkan sungai bersih di wilayahnya.

Bersama ketua RT 07 RW 06, Kelurahan Pagentan, Kecamatan Singosari, serta komunitas mancing mania Singosari, Karanglo, Tumpang, Pakis, Lawang dan Malang Kota dan tentunya warga sekitar. 

Program Sungai Bersih pun digelar dengan mengusung tema “Sungaiku Bersih Ikan Sehat Masyarakat Sehat”.

Camat Singosari Bagus Sulistyawan (3 dari kanan) berpose dengan warga dalam program bersih sungai (for MalangTIMES)

Memakai konsep happy fun, yaitu dengan menggelar lomba mancing, Bagus bersama Muspika Singosari memberikan stimulus dengan cara melepaskan 2,5 kuintal ikan lele di sungai Tumapel.

0Ada harapan besar yang dititipkan dalam kegembiraan lomba memancing tersebut. 

Baca Juga : Hama Tikus Bikin Buntung, Dinas Pertanian : Alat Bantuan Masih Terkendala Lelang

Selain merangkul lebih banyak masyarakat terkait pentingnya sungai yang bersih juga dimungkinkan lokasi sungai yang telah bersih dan dihuni oleh ikan, bisa jadi daya tarik wisata bagi masyarakat.

"Ini tidak terlepas dari program strategis di Kabupaten Malang yaitu optimalisasi pariwisata, daya dukung lingkungan hidup dan pengentasan kemiskinan. Jadi harapan kami, kegiatan sungai bersih terus bisa dilakukan secara rutin," ungkap mantan Camat Dampit ini.

Harapan lainnya adalah, masyarakat pun akan semakin gemar makan ikan sebagai bagian dalam program kesehatan di Kabupaten Malang.

"Semakin bersih sungai serta adanya kegiatan rutin akan menarik banyak orang yang datang. Hari ini saja ada sekitar 350 pemancing. Apabila terus ditata secara menarik, ini bisa membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar," ujar Bagus.

Camat teladan se Jawa Timur (Jatim) tahun 2017 lalu ini juga menyampaikan, bahwa Singosari terus berbenah dalam bidang lingkungan hidup dan pariwisata. Berbagai kampung tematik bermunculan menjadi ikon wisata, misalnya Singosari Lampion Festival.

"Harapan ke depan, sungai Tumapel, Pagentan, ini juga bisa jadi ikon wisata sungai," imbuh Bagus. 

Lukman, Ketua RT 07 RW 06 Kelurahan Pagentan, Singosari, juga menyampaikan harapan yang sama. 

Program bersih sungai, sebenarnya sudah lama muncul seiring dengan dampak buruk buang sampah sembarangan ke sungai oleh masyarakat.

Berbagai dampaknya pun mulai terasakan sendiri oleh masyarakat atas hal itu. 

"Dari sana pula, kami ikut terpanggil untuk peduli lingkungan di Singosari, khususnya kondisi sungai. Program ini pun Alhamdulillah bisa berjalan dengan dibantu oleh seluruh pihak," ucap Lukman.

Lukman juga berharap banyak, bahwa program itu bisa terus berjalan. 

Sehingga akan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup bersih dan sehat. 

"Harapan kita ini terus berjalan. Bila jadi lokasi wisata, itu harapan kita bersama sehingga akan semakin menguatkan program ini juga," pungkasnya.

Topik
Program Sungai BersihCamat SingosariBagus SulistyawanDestinasi Wisata Kali
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru