Camat Singosari Bagus Sulistyawan (pegang mix) saat memberikan pengarahan terkait pentingnya menjaga sungai kepada warga (for MalangTIMES)
Camat Singosari Bagus Sulistyawan (pegang mix) saat memberikan pengarahan terkait pentingnya menjaga sungai kepada warga (for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mewujudkan daya dukung lingkungan hidup di Kabupaten Malang dengan cara melibatkan masyarakat banyak, tidak hanya sekadar melalui sosialisasi atau seminar saja. 

Tapi, bisa juga menggunakan cara asyik yang tidak membuat jenuh atau bosan harus duduk dan mendengarkan isi seminar dan lainnya.

Baca Juga : Warga Keluhkan Limbah Pabrik Susu, DLH Kabupaten Malang Bakal Pantau Lewat CCTV

Hal ini pula yang dilakukan Camat Singosari Bagus Sulistyawan, dalam menggaet warganya untuk ikut serta menjaga lingkungan hidup.

Khususnya terkait kebersihan sungai yang ada di wilayah Singosari. 

Camat teladan se-Jawa Timur (Jatim) tahun 2017 lalu ini cukup memahami betapa sulitnya membuka cakrawala pikir seluruh masyarakat untuk ikut serta menjaga kebersihan sungai.

Bahkan, buang sampah sampai buang air besar (BAB) sembarangan, masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, sampai saat ini. Tak terkecuali di wilayah Singosari.

"Untuk itulah kami mencoba cara lain yaitu dengan menggelar lomba mancing di sungai yang dekat lokasi lapangan Pagentan, Singosari," kata Bagus kepada MalangTIMES, Minggu (22/09/2019).

Tidak hanya sekadar lomba mancing yang bagi sebagian besar warga menyukainya itu tapi alumni STPDN angkatan V tahun 1997 ini juga memberikan pemahaman dan edukasi terkait menjaga kebersihan sungai kepada masyarakat yang begitu antusias mengikuti acara.

Warga antusias mengikuti lomba mancing dalam upaya acara edukasi sungai oleh Pemerintah Kecamatan Singosari (for MalangTIMES)

Mengangkat tema "Sungaiku Bersih, Ikan Sehat, Masyarakat Sehat" Bagus memberikan edukasi terkait pentingnya sungai yang bersih. 

Dengan harapan, bahwa masyarakat tidak lagi membuang sampah maupun BAB sembarangan di sepanjang sungai.

"Kami harapkan ini bisa semakin menggugah kesadaran masyarakat terkait sungai. Jangan sampai sungai hanya jadi tempat sampah dan akhirnya menimbulkan berbagai masalah," ucapnya.

Baca Juga : Limbah Pabrik Susu Greenfields Indonesia Kembali Digugat Warga

Antusias warga pun terbilang tinggi, baik orang dewasa maupun anak-anak. 

Mereka asyik menyiapkan umpan pada kail pancingan mereka dan menunggu ikan terjebak dan memakannya.

Sepanjang sungai, kiri dan kanan, mereka begitu asyik dengan kail pancingnya setelah Bagus memberikan berbagai pemahaman atas sungai yang bersih dan akan membuat habitat di dalamnya juga tumbuh dan terjaga.

"Kami memahami bahwa Singosari harus terus berubah, khususnya dalam menjaga lingkungan. Berbagai program strategis nasional telah dan akan masuk di wilayah kami. Misalnya nanti kawasan ekonomi khusus (KEK). Karena itulah kita mulai menggerakkan masyarakat untuk mempersiapkan lingkungan hidupnya," urai mantan Camat Dampit ini.

Tentunya, lanjut Bagus, perlu ada berbagai strategi untuk mengajak masyarakat saling bahu membahu untuk menjaga lingkungan hidup yang ada. 

"Sementara kita ajak dengan cara bersenang-senang yaitu lomba mancing yang juga sekaligus mengenalkan langsung bahwa kalau sungai bersih, maka ikan pun akan banyak hidup di sana," pungkasnya.