Petugas saat mengevakuasi jenazah korban ke kamar mayat RSSA Kota Malang (Foto : Polsek Kepanjen for MalangTIMES)
Petugas saat mengevakuasi jenazah korban ke kamar mayat RSSA Kota Malang (Foto : Polsek Kepanjen for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masyarakat sekitar yang tinggal di Jalan Sumber, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, dibuat gempar Sabtu (21/9/2019). Kehebohan itu lantaran salah seorang warga yang bernama Siti Aminah, ditemukan meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan di rumahnya.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

”Anggota masih melakukan penyidikan terhadap kasus penemuan mayat tersebut, diduga kuat korban meninggal dunia karena riwayat penyakit yang dimilikinya,” kata Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo.

Kasus penemuan mayat itu diketahui pertama kali oleh Nunuk Winarti (tetangga korban). Saat itu, saksi yang sedang menyapu teras rumahnya merasa curiga lantaran pintu rumah dan jendela korban dalam kondisi tertutup rapat.

Belakangan diketahui, kondisi semacam itu sudah terjadi selama tiga hari berturut-turut. Bahkan selama rumah korban dalam keadaan tertutup tersebut, Siti Aminah juga tidak pernah nampak keluar maupun beraktifitas dari dalam rumahnya.

Merasa ada yang tidak wajar, Nunuk akhirnya mendatangi rumah tetangganya tersebut. Setelah mengetuk pintu dan memanggil namanya beberapa kali namun tidak ada jawaban. Wanita 62 tahun itu akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu, yang saat itu kebetulan tidak terkunci.

Di saat bersamaan, aroma busuk menyengat dari dalam rumah korban. Merasa ketakutan, Nunuk akhirnya mengajak keponakan korban yang bernama Bambang Krisdianto, untuk bersama-sama masuk kedalam rumah nenek 80 tahun tersebut.

Setibanya di ruang kamar korban, keduanya sudah mendapati Siti Aminah dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tergeletak di lantai kamarnya. Mengetahui kejadian tersebut, kasus ini akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

”Saat pertama kali ditemukan, dibagian kepala korban terdapat bekas darah yang sudah mengering. Diduga kuat sesaat sebelum meninggal dunia, penyakit korban sempat kambuh dan membuatnya terjatuh dari tempat tidurnya,” terang Bindriyo.

Di sisi lain, petugas gabungan dari Polsek Kepanjen dan tim identifikasi Polres Malang yang mendapat laporan akan kasus penemuan mayat. Langsung dikerahkan ke lokasi kejadian guna melakukan penyelidikan.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) polisi menduga jika penyebab kematian korban murni karena terjatuh. Selain tidak adanya barang korban yang hilang, petugas juga tidak menemukan adanya luka bekas penganiayaan di tubuh korban. ”Semasa hidupnya korban memang tinggal sendirian. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga serta tetangganya, korban memang sudah lama memiliki riwayat penyakit darah tinggi dan kolesterol," ungkap Bindriyo.

Dugaan korban yang meninggal karena riwayat penyakitnya yang sempat kambuh itu, dikuatkan dengan temuan beberapa barang bukti yang didapat polisi. Dimana saat melakukan pemeriksaan di rumahnya, petugas menemukan obat Captopril, Sivastatin, Supertetra, obat sakit kepala, penurun tensi, dan obat kolesterol yang diduga merupakan obat-obatan milik nenek yang berusia kepala delapan tersebut.

”Guna memastikan penyebab kematian korban, jenazah langsung kami evakuasi ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang demi keperluan penyidikan," tutup Bindriyo.