MALANGTIMES - Aksi nekat Ferdian Azhari S warga Desa/Kecamatan Wonosari  membawa parang mengantarkannya ke dalam penjara. Pria 34 tahun itu diamankan petugas sesaat setelah mengancam seseorang dengan menggunakan parang, di salah satu warung kopi yang ada di Jalan Raya Gunung Kawi, Desa/Kecamatan Wonosari.

”Berdasarkan hasil penyidikan sementara, parang yang dibawa tersangka tersebut hendak digunakan untuk melukai seseorang yang dianggap telah menggoda kekasihnya,” kata Kapolsek Wonosari, Iptu Edi Purnama, Sabtu (21/9/2019).

Korban yang hendak dibacok oleh tersangka, diketahui bernama Subowo warga Dukuh Tumpangrejo, Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari. Pria 49 tahun itu hendak dibacok oleh tersangka lantaran yang bersangkutan dianggap telah mengganggu kekasih dari pelaku.

Diperoleh keterangan, aksi nekat tersangka itu terjadi pada Kamis (19/9/2019) malam. Tepatnya sekitar pukul 18.30 WIB, Ferdian mencari keberadaan pelaku di sekitar wilayah Jalan Raya Gunung Kawi, Desa/Kecamatan Wonosari.

Saat mengetahui korban sedang berada di salah satu warung kopi yang ada di lokasi kejadian. Pelaku yang saat itu merasa geram, langsung mendatangi koban dan mengancam akan membunuhnya.

Mendengar ucapan tersebut, Subowo sempat mengelak saat dituduh menggoda kekasih orang. Hingga akhirnya keduanya terlibat cekcok dan membuat tersangka nekat mengayunkan parang ke arah korban.

Beruntung, di saat bersamaan korban sempat mengangkat kursi yang dia duduki untuk menangkis ayunan parang yang dilakukan oleh Ferdian. Warga yang mengetahui hal ini, langsung berhamburan melerai keduanya.

Di saat bersamaan, jajaran kepolisian Polsek Wonosari yang sedang berpatroli dan mengetahui adanya keributan. Langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan tersangka, sesaat setelah yang bersangkutan berupaya kabur ketika mengetahui kedatangan polisi.

Lantaran tertangkap tangan sedang membawa senjata tajam (sajam) dan hendak melukai korban. Pria yang tubuhnya dipenuhi tato tersebut akhirnya hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke kantor Mapolsek Wonosari.

”Selain mengamankan tersangka, sebilah sajam jenis parang juga kami amankan sebagai barang bukti guna kepentingan penyidikan,” terang anggota polisi yang juga pernah menjabat sebagai KBO Satlantas Polres Malang ini.

Anggota polisi yang akrab disapa Edi ini mengaku jika hingga kini pihaknya masih terus melakukan pendalaman. Sebab ada dugaan jika sebelum diamankan karena kasus membawa sajam tanpa ijin, Ferdian juga diduga terlibat beberapa kasus kejahatan lainnya.

”Akibat perbuatannya tersangka kami jerat dengan Undang-undang Darurat tahun 1951, lantaran membawa senjata tajam tanpa izin,” tutup Edi saat dikonfirmasi MalangTIMES.com.