MALANGTIMES - Saat ini, vapor atau rokok eletrik tengah booming dan banyak digandrungi oleh seluruh kalangan masyarakat. Nampak di berbagai lokasi, masyarakat menggunakan rokok elektrik sebagai alternatif rokok konvensional. 

Namun dalam peredarannya, belum terdapat regulasi pasti yang mengatur peredaran rokok elektrik, sehingga sampai saat ini peredarannya kian meluas dengan bertumbuhnya gerai rokok elektrik.

Dengan meluasnya peredaran rokok elektrik ini, diungkapkan BNN RI lewat Sekretaris Utama (Sestama) BNN, Irjen Pol Adhi Prawoto, dikhawatirkan rentan dimanfaatkan para pengedar menjadi pintu masuk peredaran narkoba yang bentuknya bisa saja berupa narkoba cair, mirip dengan isi atau cairan dari rokok elektrik.

"Untuk monitoring itu, BNN kerja sama dengan Kementrian Kesehatan, Kepolisian maupun dengan aparat terkait seperti Bea Cukai maupun imigrasi yang menjaga di pintu-pintu masuk seperti di bandara maupun pelabuhan," ungkapnya ditemui di UB (21/9/2019).

Lebih lanjut ia menjelaskan, meskipun saat ini pihak BNN masih belum menemukan langsung narkoba dalam bentuk cairan isi dari rokok elektrik, namun upaya antisipasi seperti pengawasan tengah dilakukan.  Selain itu juga diharapkan segera ada regulasi yang jelas guna mencegah kemungkinan peredaran narkoba dengan cara  berkamuflase sebagai isi cairan rokok elektrik.

"Tidak menutup kemungkinan, rokok elektrik yang rawan dengan penyalahgunaan untuk narkoba. Makanya pihak terkait harus segera mengkaji rokok elektrik agar nantinya tidak sampai disalahgunakan," paparnya.

Kembali lagi, pihaknya menegaskan, agar perlunya regulasi ketat untuk mempersempit para pengedar narkoba dalam memanfaatkan boomingnya rokok elektrik untuk peredaran narkoba. "Memang saat ini, masih belum ada aturan, sehingga masih beredar bebas. Tapi kalau nantinya terlalu longgar, tak ada pengawasan, rentan untuk dimanfaatkan para pengedar, harus segera ada kajian," pungkasnya.