Para Dekan UB yang menandatangani MoU dengan BNN RI (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para Dekan UB yang menandatangani MoU dengan BNN RI (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Narkoba saat ini telah menyasar berbagai kalangan masyarakat dengan beragam latar profesi, tak terkecuali para mahasiswa. 

Para mahasiswa di era ini, banyak menjadi sasaran para pengedar narkoba karena mudah terpengaruh oleh jerat dunia hitam narkoba.

Karenanya, mencegah para mahasiswa terjerat dalam dunia narkoba, Universitas Brawijaya (UB) menggandeng langsung Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai bahaya narkoba yang sudah banyak memakan korban.

Rektor UB Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR, MS menjelaskan, saat ini 15 fakultas di UB melakukan penandatanganan MoU dengan BNN mencegah peredaran narkoba sehingga para mahasiswa maupun lulusan UB bisa murni terbebas dari narkoba.

"Nantinya para mahasiswa akan terus dipantau. Ini kan UB mau dicanangkan sebagai universitas kelas dunia, masak ada yang kena narkoba mahasiswanya, kan malu," jelasnya (21/9/2019).

Setelah terjalin MoU, masing-masing fakultas akan melaksanakan teknisnya sendiri dalam melakukan pengawasan, pemantauan agar para mahasiswa terbebas dari narkoba. 

Teknisnya, dijelaskan Rektor, bisa saja melakukan tes urine secara berkala,  entah itu perbulan maupun pertiga bulan tergantung teknis yang disepakati dengan BNN.

"Sebelum lulus harus tes urine, mereka harus bebas narkoba, tapi nanti teknisnya ditata masing-masing fakultas. Kita harus jadi pelopor anti narkoba," paparnya.

Ia juga menegaskan, jika nantinya terdapat oknum mahasiswa yang sengaja bermain-main dengan narkoba, maka sanksi berat akan menjadi konsekuensinya.

"Mereka yang terjerat narkoba sanksinya pecat, drop out," tegasnya.

Sementara itu, Sestama BNN RI, Irjen Pol Drs. Adhi Prawoto Msi menjelaskan hasil penelitian 2018 di 13 provinsi pelaku penyalahgunaan narkoba di kalangan narkoba cukup tinggi.

Sehingga dari situ, perlu adanya benteng yang kuat agar prilaku negatif ini tidak meracuni para mahasiswa.

"Di sini kami jalin MoU dengan UB, guna menyusun rencana strategis ke depan dalam pemberantasan narkoba. Seperti diketahui peredaran narkoba sangat marak, banyak yang terpapar, termasuk mahasiswa. Karenanya kita butuh peningkatan sumberdaya manusia (SDM), baik mahasiswa maupun dari SDM BNN," papar Sestama BNN RI, Irjen Pol Drs. Adhi Prawoto Msi (21/9/2019).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa UB dari seluruh fakultas. 

Di sana Sestama BNN RI menjelaskan mengenai jenis-jenis narkoba dan bahaya akibat mengonsumsinya hingga berujung kerusakan fisik, mental hingga kematian.