Salah satu penampilan dengan kreasi hanomannya dalam Marching Band di Jawa Timur Park 1, Sabtu (21/9/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Salah satu penampilan dengan kreasi hanomannya dalam Marching Band di Jawa Timur Park 1, Sabtu (21/9/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Di tengah padatnya Jawa Timur Park 1, tiba-tiba muncul Hanoman yang mengagetkan para wisatawan. Bukan hanya kaget tapi juga terpana lantaran itu merupakan sedikit pertunjukan dalam event Marching Band Jawa Timur Park 1, Sabtu (21/9/2019).

Munculnya hanoman itu merupakan salah satu kreasi satu peserta di tengah-tengah musik drumband, dari 60 tim peserta yang berlomba mendapatkan juara. 60 tim itu dari Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Batu, Pasuruan, Jombang, dan sebagainya. 

Dengan percaya diri, lagu yang dibawakan pun beragam, mulai lagu nasional hingga lagu anak-anak. Yang menarik, kostum tidak hanya seragam drumband biasanya.

Kali ini kostum yang dikenakan peserta beragam. Mulai kostum tema pahlawan, pakaian adat, hingga pakaian koboi. 

Beragam kreasi disuguhkan untuk memikat ke empat dewan juri Muhammad Effendi dari Tulungagung, Alex Iskandar asal Surabaya, Gagan Gumelar dari Surabaya, dan Juriansyah dari Surabaya. 

“Memang juri yang kami datangkan ini juri yang berkompeten dengan skala nasional,” ungkap  Entertainment Jawa Timur Park 1, Bambang Susilo Adi. 

Sebelum tampil di Amphi Theater Jawa Timur Park 1, terlebih dahulu pada pukul 09.00 mereka yang ikut lomba melakukan street parade terlebih dahulu dimulai dari entrance JTP 1. 

“Jadi, kami awali dengan street parade terlebih dahulu. Jalan menuju Amphi Theater. Kemudian baru berlangsung konsernya,” imbuhnya.

Kategori yang dilombakan dalam event ini ada dua. Yakni non brass street parade & concert untuk TK dan SD. Jumlah anggota tim maksimal 40 orang (35 peserta dan 5 ofisial).

Lalu ada juga kategori brass kategori street parade & concert untuk SD, minus one untuk junior, marching on the stage untuk senior dan junior, drumline battle untuk senior dan junior. 

Menurutnya lomba marching band dilakukan untuk memberikan wadah bagi pelajar dan pecinta kesenian yang satu ini untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitasnya.

“Kami ingin memberikan wadah kepada mereka yang punya marching band. Sayang kalau kemampuannya tidak ditunjukkan,” jelas warga Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu ini.