MALANGTIMES - Duo pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) lintas kota, Sudir (29) dan Husnul Huluky (18) dua warga yang berasal satu daerah, yakni Desa Tempuran, Kecamatan Paserpan, Kabupaten Pasuruan, dicokok Satresktim Polres Malang Kota.

Keduanya tertangkap bermula dari adanya laporan polisi tentang pencurian sepeda motor di dua lokasi di Kota Malang. Pertama di Perum Grand Suroso Jl Joyoagung, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dan kedua, mencuri motor di Jl Kepuh Utara, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Dari laporan tersebut, petugas kemudian mengumpulkan bukti-bukti termasuk menyelidiki identitas pelaku melalui rekaman CCTV yang sempat merekam aksi duo Pasuruan tersebut saat menggasak motor warga.

Setelah pendalaman rekaman CCTV, kemudian mengerucutlah kepada duo Pasuruan tersebut yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh tim Resmob Polres Malang Kota. Selain itu, keduanya ternyata merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang selama ini dicari petugas.

Petugas mendapati keberadaan dua pelaku berada di kawasan Jalan Juwet, Bareng, Klojen, Kota Malang. Disana petugas terlebih dulu menangkpa Husnul, sementara Sudir, berupaya lari dengan melompat ke jurang sungai di kawasan Jalan Juwet dan meninggalkan motor yang ia kendarai.

Namun apesnya, bukannya bisa kabur lebih jauh, setelah melompat ke jurang sungai, Sudir justru mengalami luka parah pada kakinya dan tak bisa kabur lebih jauh lagi. Dari situ kemudian petugas bisa mengamankannya.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH mengungkapkan, jika kedua pelaku, sejak lama telah menjadi target dari pengejaran petugas. Sebab, aksinya sudah meresahkan masyarakat.

"Kejahatan jalanan, seperti Curat, Curas, Curanmor akan kami tangani semaksimal mungkin. Sebab kejahatan-kejahatan tersebut telah banyak meresahkan masyarakat. Jika masyarakat mengetahui hal-hal yang mencurigakan KH sekitarnya, segera laporkan kepada petugas," paparnyS.

Akibat perbuatannya, duo pelaku curanmor asal Pasuruan tersebut dikenakan pasal 363 dengan ancaman tujuh tahun penjara. Saat ini, pengembangan terhadap dua pelaku terus dilakukan.