Ilustrasi pelaku pembobolan rumah kos (shutterstock)
Ilustrasi pelaku pembobolan rumah kos (shutterstock)

MALANGTIMES - Tamat sudah aksi petualangan Kukuh Y (26), warga  Sukun Sidomulyo, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang merupakan pelaku spesialis pembobolan rumah kos. Setelah 10 kali beraksi di kawasan Sukun, aksi Kukuh dihentikan oleh  jajaran Polsek Sukun, Kota Malang yang berhasil menangkapnya.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

Penangkapan Kukuh, bermula setelah aksi terakhirnya membobol sebuah kos di Jalan Jalak Kelurahan Sukun, Kota Malang pada 4 September 2019. Dalam aksinya tersebut, 10 barang elektronik, yang terdiri dari lima laptop berbagai merek dan lima HP berhasil digondol pelaku.

Saat itu, Kukuh menyasar kos-kosan tersebut sekitar pukul 05.00 wib, di saat semua penghuni masih terlelap tidur. Kukuh mencongkel pintu dan kemudian berhasil masuk kedalam kos-kosan dan menyasar kamar-kamar para penghuni kos dan menggasak barang-barang korban yang berada di atas meja.

Salah satu penghuni kos, kemudian terbangun dan mendapati barang miliknya tak berada di kamar. Saat korban belum mengetahui jika barangnya telah dicuri, korban mengira barang miliknya tengah dibawa teman.

Dan ketika ditanyakan pada para penghuni kos lainnya, ternyata semua barang penghuni kosa telah raib. Dari situ, kemudian para korban melapor ke polisi. Dari laporan tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti, hingga akhirnya berhasil mendapati identitas pelaku.

Setelah itu, petugas kemudian berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan. Namun dari tangan pelaku, barang yang telah ia curi sebagian telah terjual. Di tangannya hanya diamankan sisa barang curian yang belum dijual, yakni satu laptop dan satu HP serta uang Rp 105 ribu hasil dari penjualan laptop curian.

Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander SIK MH melalui Kapolsekta Sukun Kompol Anang Tri Hananta SH, membenarkan adanya penangkapan tersebut. Saat ini, petugas juga terus melakukan pengembangan, apakah pelaku juga terkait kasus lainnya.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.

"Satu teman tersangka masih buron, kami masih melakukan pengejaran," pungkasnya.