Ilustrasi paket kiriman narkoba. (shutterstock)
Ilustrasi paket kiriman narkoba. (shutterstock)

MALANGTIMES - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati menerima paket kiriman yang tak dikenal. Sebab, bisa saja paket kiriman tersebut justru berisi narkoba.

Karena itu, masyarakat diminta hati-hati dan tidak menerima paket apa pun jika sebelumnya merasa tidak pernah memesan apa pun. Pasalnya, jika masyarakat kedapatan oleh petugas, maka bisa saja hal itu justru membuat masyarakat berurusan dengan hukum.

"Hati-hati terhadap barang kiriman atau paket tidak dikenal. Soalnya,  itu bisa saja paket yang sengaja ditujukan pengedar narkoba dengan memanfaatkan salah alamat untuk mengirimkan paket narkoba," papar Agus Irianto, kepala BNN Kota Malang (20/9/2019).

Maka dari itu, BNN menekankan kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak sembarangan dalam memberikan alamat dan identitas diri kepada orang lain atau orang tak dikenal. "Jangan sembarangan memberikan alamat kepada orang lain karena bisa saja itu dimanfaatkan pengedar," bebernya.

Mencegah penyelundupan narkoba, pihak BNN Kota Malang juga berkoordinasi dengan pihak jasa pengiriman atau ekspedisi. Tak bisa dipungkiri, jika memang saat ini pengiriman narkoba melalui jasa ekspedisi cukup banyak dibongkar. Seperti halnya BNN Kota Malang yang menggagalkan pengiriman paket lima kilogram ganja dari Medan ke Kota Malang beberapa waktu lalu.

"Kami lakukan kerja sama dengan pihak ekspedisi. Ga tentunya mencegah hal itu (penyelundupan narkoba) terjadi. Kami minta pihak ekspedisi untuk melaporkan jika ada hal yang mencurigakan," ungkap Agus.

Saat ini, seiring berkembangnya zaman, pihak BNN Kota Malang juga melakukan pemantauan terhadap pengiriman barang menggunakan sistem ojek online, yang memang rentan digunakan para pengedar narkoba dalam mengirimkan  barang haram itu.