Calon kepala desa Kecamatan Bumiaji saat membacakan deklarasi damai di Cafe Sontoloyo, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kamis (19/9/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Calon kepala desa Kecamatan Bumiaji saat membacakan deklarasi damai di Cafe Sontoloyo, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kamis (19/9/2019). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Calon Kepala Desa di Kecamatan Bumiaji dilarang untuk berteman dengan penjundi. 

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso saat Deklarasi Damai di Cafe Sontoloyo, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kamis (19/9/2019).

“Jika sampai para calon kepada desa di sini berteman dengan boto (penjudi). Kalau itu terjadi tentunya akan berurusan dengan baju coklat (polisi) dan hijau (TNI) itu,” ujar Punjul.

Poin tersebut sangat diinginkan Punjul agar tidak dilakukan oleh 15 calon kepada desa. Ke 15 calon itu terdiri dari lima desa.

Antara lain, di Desa Punten nama calon ada Suliani nomor urut 1 dan Hening Trisunu nomor urut 2.

Untuk Desa Gunungsari ada dua nama calon yakni Andi susilo nomor urut 1, dan Suliono nomor urut 2.

Di Desa Tulungrejo ada 5 nama calon yakni Prasetyono nomor urut 1, Mardianto nomor urut 2, Arochman mustofa no urut 3, Adi sasmiti no urut 4, dan Suliono no urut 5. 

Lainnya, di Desa Giripurno ada tiga nama calon diurutan nomor 1 ada Slamet, urutan nomor 2 ada Suntoro dan nomor urut 3 ada Maskut.

Sedangkan di Desa Bumiaji memiliki tiga calon. Yakni Suhariono urutan nomor 1, Ali mustofa nomor urut 2 dan Edy suyanto nomor urut 3.

Tidak hanya itu saja, para calon kepala desa itu diminta juga bisa menjaga kedamaian. Melihat di antara mereka masih ada ikatan kekeluargaan.

Terlebih dari beberapa calon masih ada ikatan kekeluargaan. 

“Jangan sampai karena Pilkades ini ada perpecahaan antar kekeluargaan.” imbuhnya.

Melihat masa kampanye pilkades Kota Batu bakal digelar pada 23 September mendatang sehingga harus dilakukan dengan tertib.