Pemerintah pusat lewat Kementan menggelontorkan bantuan ratusan ribu bibit ayam kepada rumah tangga miskin pertanian (RTMP) di tiga kecamatan di Kabupaten Malang. (dd Nana)
Pemerintah pusat lewat Kementan menggelontorkan bantuan ratusan ribu bibit ayam kepada rumah tangga miskin pertanian (RTMP) di tiga kecamatan di Kabupaten Malang. (dd Nana)

MALANGTIMES - Tiga kecamatan di Kabupaten Malang, yaitu Kepanjen, Pagelaran, dan Gondanglegi yang termasuk wilayah perkotaan, digelontor ratusan ribu bibit ayam oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Tepatnya, 261.450 ekor bibit ayam jopar (ayam kampung super) yang dibagikan kepada 5.229 rumah tangga miskin pertanian (RTMP). 

Ribuan RTMP tersebut  tersebar di 29 desa. Rinciannya, di wilayah Kepanjen  8 desa, Pagelaran  9 desa, dan Gondanglegi 12 desa.

Bantuan ribuan bibit ayam jopar tersebut merupakan program dari pemerintah pusat melalui Bekerja (Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera) 2019. Sasarannya rumah tangga miskin dan diproyeksikan sebagai alat penanggulangan kemiskinan.

Seperti diketahui, Kabupaten Malang merupakan wilayah dengan jumlah penduduk miskin di urutan pertama di Jawa Timur (Jatim). Hal ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. 

"Kemiskinan tertinggi di Kabupaten Malang untuk Jatim. Karena itu, perlu ada banyak upaya yang semestinya dilakukan lebih cepat dalam mengatasi kemiskinan," ucap Khofifah beberapa waktu lalu.

Hal ini pula yang dimungkinkan pemerintah pusat melalui program Bekerja 2019 dengan menggelontorkan ratusan ribu bibit ayam kepada warga miskin yang domisilinya berada di wilayah perkotaan Kabupaten Malang. Terutama Kepanjen yang merupakan ibu kota Kabupaten Malang.

Kepala Pusvetma Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan drh Agung Suganda dalam  kesempatan terpisah, mengatakan bahwa bantuan itu memang dalam upaya menanggulangi kemiskinan yang terjadi di Kabupaten Malang.  "Bantuan ini agar warga miskin termotivasi,l serta mempau mengembangbiakkan bibir ayam Joper ini," ujar Agung, Rabu (19/09/2019) di lapangan Desa Kademangan, Kecamatan Pagelaran, yang dipilih menjadi lokasi penyerahan bantuan secara simbolis.

Setiap RTMP, lanjut Agung, menerima 50 ekor bibir ayam Joper, plus 150 kilogram pakan dan obat-obatan. Sedangkan  kandang ayam dikerjakan oleh RTMP sendiri dengan anggaran dari program Bekerja 2019 ini.

"Jadi,bsebelum kami serahkan bantuan bibit ayam, warga membuat terlebih dahulu kandangnya yang dibiayai oleh program. Bila desa penerima bantuan ada satu RTMP yang belum menyelesaikannya, maka bantuan tidak akan diserahkan dulu," ujarnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya melakukan verifikasi terlebih dahulu untuk menentukan RTMP itu. Pihaknya optimistis bahwa bantuan bibit ayam melalui program Bekerja 2019 ini mampu meminimalisasi angka kemiskinan di tingkat daerah, khususnya di Kabupaten Malang. Walau, tentunya masih dibutuhkan berbagai tahapan lain untuk memastikan bahan bantuan tersebut memang bisa terkelola baik serta menghasilkan apa yang diharapkan pemerintah pusat melalui Kementan.

Itu karena banyak bantuan serupa yang diinisiasi pemerintah pusat, tapi di tataran paska pelaksanaan ternyata tidak berjalan sesuai ekspektasi dan goal dari pemerintah itu sendiri. Soalnya, tidak adanya pengawasan melekat maupun pendampingan berkelanjutan pada program itu sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Malang Sanusi mengatakan dengan optimistis bahwa program Bekerja 2019 Kementan itu sangatlah tepat. Dirinya mengatakan bantuan itu sebagai motivasi kepada warga miskin untuk bisa lebih produktif.

"Saya yakin dengan diberikan bantuan ini, para penerima akan termotivasi untuk memelihara bibit ayam untuk dikembang biakan. Apabila para penerima sukses mengembangbiakkan ayam bantuan ini, maka akan dapat menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Sanusi.

Sanusi juga mengatakan, dirinya masih berharap program Bekerja masih bisa diteruskan di Kabupaten Malang. "Harapan saya Kementan terus memberikan bantuan kepada masyarakat serta petani di Kabupaten Malang," ucapnya.

Disinggung berbagai program serupa yang ibarat "mati enggan, hidup pun tidak", Sanusi tetap optimistis para RTMP bisa mengembangbiakkan bibit ayam jopar itu serta mampu menjadi sumber penghasilan.."Sekali lagi saya optimistis berjalan baik. Harapan saya ke RTMP, jaga, rawat, kembang biakkan bibit ayam itu. Sehingga bisa menghasilkan pendapatan dan terus berputar," pungkasnya.