MALANGTIMES - Pembuatan alat peraga kampanye (APK) dan zonasi pemasangan APK yang dirasa kurang strategis jadi pembahasan dalam rapat evaluasi pencalonan anggota DPRD Kota Batu pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Senyum World Hotel, Kamis (19/9/2019).

“Karena pembuatan yang lama sehingga membuat parpol ini tidak mengambil.terjadilah muspro (sia-sia),” kata Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso.

Keduanya itu merupakan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang kerap berubah-ubah setiap Pemilu diselenggarakan. Hal itu juga menjadi pembahasan mayoritas partai politik di Kota Batu. 

Bukan hanya itu. Tes kejiwaan harus di rumah sakit tertentu juga dibahas. Yang disorot adalah terjadinya antrian panjang sehingga menyebabkan butuh waktu yang lama. "Hal ini perlu dievalusi lagi jangan sampai terjadi lagi pada pemilu mendatang. Kalau bisa, juga menunjuk RS Karsa Husada,” imbuh Punjul.

Rumah sakit untuk tes kejiwaan yang ditunjuk pada pemilu lalu adalah RSUD dr Saiful Anwar dan RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang, Kabupaten Malang. Kedua rumah sakit itu cukup jauh dari Kota Batu. Karena itu, Punjul mengusulkan tes kejiwaan dilakukan di RS Karsa Husada.

Lainnya terkait dengan daftar pemilih tetap (DPT) yang statis. Sehingga Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) harus berkoordinasi secara intens.

Point-poin itu diharapkan dapat divealuasi sehingga menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan regulasi pemilu ke depan. “Poin-poin ini bisa menjadi acuan agara pemilu kedepan bisa lebih baik,” tutup ketua DPC PDIP Kota Batu ini.