Pajak reklame menggunakan sarana kain yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Pajak reklame menggunakan sarana kain yang ada di Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sejumlah jurus dilakukan perusahaan guna memasarkan jasa dan produk yang mereka jual. Salah satu cara yang diterapkan adalah memasarkannya melalui sarana pengiklanan menggunakan spanduk dan banner yang terbuat dari kain.

Media iklan yang tergolong praktis tersebut memang sering diterapkan  perusahaan. Terbukti pendapatan pajak reklame jenis ini sudah mendulang pendapatan hingga nyaris Rp 740 juta di Kabupaten Malang. Pendapatan ratusan juta itu dikelola oleh Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang.

Baca Juga : Dampak Covid-19, PAD Kota Malang Diprediksi Turun 50 Persen

”Tahun ini, pajak reklame yang menggunakan sarana kain (spanduk, banner, dan lain-lain) ditarget bakal memperoleh pendapatan lebih dari Rp 1 miliar,” kata Kepala Bapenda Kabupaten Malang Dr Purnadi.

Jika dilihat secara rinci, pajak reklame yang menggunakan sarana kain ini ditarget memperoleh Rp 1. 086. 265. 812 pada 2019. Berdasarkan catatan terbaru yang dihimpun Bapenda Kabupaten Malang, hingga  Agustus lalu, pajak reklame kain sudah mendulang pendapatan mencapai Rp 739. 960. 167.

Artinya, hingga tutup buku 2019, organisasi perangkat daerah (OPD) yang dikepalai Purnadi ini masih memiliki tanggungan sekitar Rp 346. 305. 645. ”Jika dirata-rata dalam satu bulan, pajak di sektor ini mampu memperoleh pendapatan sekitar lebih dari Rp 80 juta. Artinya dalam waktu empat bulan ke depan, target pajak reklame melalui sarana kain ini kemungkinan besar bisa terealisasi,” ujar Purnadi.

Perlu diketahui, pajak iklan menggunakan sarana kain ini termasuk salah satu sektor pajak yang pengelolaannya berada di bawah naungan pajak reklame. Sedangkan menurut catatan yang dihimpun Bapenda Kabupaten Malang, pajak pada sektor reklame ini selalu menjadi langganan surplus. Misalnya yang terjadi pada 2018 lalu. Saat itu dari target yang hanya Rp 3. 720. 937. 500, Bapenda Kabupaten Malang mampu memperoleh pendapatan pajak reklame hingga Rp 4. 030. 731. 407.

Baca Juga : Persiapan Capai 90 Persen, Rusunawa ASN Siap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

”Targetnya masih sama. Pajak reklame tahun 2019 ini bisa kembali surplus seperti tahun sebelumnya. Yakni minimal 8 persen dari target yang sudah ditentukan,” tutup mantan kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.