Bupati Malang Sanusi mengatakan akan menunda pembangunan alun-alun di tahun 2019 maupun tahun depannya (Humas Pemkab Malang)
Bupati Malang Sanusi mengatakan akan menunda pembangunan alun-alun di tahun 2019 maupun tahun depannya (Humas Pemkab Malang)

MALANGTIMES - Ekspektasi tinggi masyarakat Kabupaten Malang untuk memiliki alun-alun sendiri di ibu kotanya, yaitu Kepanjen, bakalan kembali mengendor.

Selain persoalan pembebasan lahan di luasan 3,8 hektar (ha) dengan 56 bidang yang tak terselesaikan dari tahun 2018 sampai saat ini.
Kini, Bupati Malang Sanusi juga menegaskan, bahwa rencana pembangunan alun-alun, belum menjadi prioritasnya sampai akhir jabatannya nanti di awal tahun 2021.

Sanusi mengatakan, bahwa dirinya lebih memilih untuk fokus pada program-program prioritas, misalnya di bidang pendidikan. Atau bidang lainnya yang masuk dalam program strategis Kabupaten Malang, yaitu optimalisasi pariwisata, kunjungan hidup serta pelayanan dasar lainnya, seperti kesehatan.

"Kami memilih untuk merealisasikan hal itu dulu. Sedangkan untuk pembangunan alun-alun ini kan anggarannya besar. Kami tidak mampu membangun sepenuhnya. Karena itu kita tunda," kata Sanusi, Kamis (19/09/2019).

Pernyataan Sanusi menunda pembangunan alun-alun dikarenakan anggaran, khususnya di tahun 2019 ini, cukup berbeda dengan berbagai informasi yang MalangTIMES terima. Serta berbagai jejak digital media terkait hal itu.

Dimana, anggaran untuk mewujudkan sentral ruang terbuka di ibu kota Kabupaten Malang, Kepanjen, sejak tahun lalu telah dianggarkan. Khususnya untuk pembebasan lahan jalan menuju lokasi pembangunan alun-alun.

Di tahun 2017, anggaran itu dialokasikan sebesar Rp 29 miliar. Tapi, sayangnya progres di lapangan terbilang stagnan dan akhirnya anggaran besar itu menjadi sisa lebih pembayaran (Silpa). Di tahun 2018, anggaran itu pun kembali masuk dalam APBD Kabupaten Malang. Tapi, kembali tidak bisa terserap, karena terbentur pembebasan lahan yang akan dibangun.

Achmad Andi politisi Partai NasDem yang dulu menjabat sebagai Ketua Pansus Jalan Tembus Penarukan saat di Golkar, pernah menyampaikan kekecewaannya. 

Bukan hanya Andi, masyarakat pun akhirnya harus gigit jari lagi untuk memiliki alun-alun. Dengan beberapa pernyataan yang memberikan harapan besar di tahun 2019, bahwa rencana pembangunan alun-alun akan tetap digeber.

Tapi, semuanya akhirnya terpatahkan dengan pernyataan Sanusi. Dimana, Bupati Malang ke-20 sepanjang sejarah berdirinya Pemkab Malang, ini lebih memilih program prioritas lainnya dibandingkan pembangunan alun-alun.

"Itu sebabnya, tahun lalu pembangunan ini tidak dianggarkan pada APBD 2019. Termasuk tahun ini, kami tidak menganggarkan pembangunan Alun-Alun di APBD tahun 2020," ujar Sanusi.
Sanusi menambahkan, peningkatan mutu pendidikan mutlak diwujudkan. Menurutnya, target nilai rata-rata sembilan bagi siswa SD dan SMP wajib dicapai. Selain itu, Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) bagi siswa SD/MI dan SMP juga MTs bakal ditingkatkan untuk mewujudkan rencana di bidang pendidikan tersebut.

"Karena itu pula tidak kami anggarkan untuk pembebasan lahannya. Pembangunan alun-alun Kepanjen kami tunda dulu. Tapi, bila nanti di tahun 2020 ada anggaran kita PAK-kan untuk itu," ujarnya dan menegaskan, pembangunan alun-alun bukan tidak prioritas untuk direalisasikan di tahun 2019 dan 2020 datang.

"Tapi ada program yang lebih prioritas. Seperti pendidikan, kesehatan maupun pariwisata," pungkas Sanusi.