Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (dua dari kanan) bersama Wali Kota Sukabumi Achmad Fachmi (dua dari kiri) dalam acara Kunjungan Studi Tiru Pemerintah Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat di Balaikota Malang (Foto: Humas Pemkot Malang)
Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (dua dari kanan) bersama Wali Kota Sukabumi Achmad Fachmi (dua dari kiri) dalam acara Kunjungan Studi Tiru Pemerintah Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat di Balaikota Malang (Foto: Humas Pemkot Malang)

MALANGTIMES - Persoalan sampah kiranya memang menjadi perhatian di Indonesia. Setiap daerah berupaya untuk menggali inovasi-inovasi dalam menanggulangi sampah. Bahkan, kali ini Kota Sukabumi melakukan kunjungan ke Kota Malang untuk mengetahui tata cara pengelolaan sampah.

Seperti diketahui, banyak aspek yang diperlukan dalam mewujudkan Kota Malang berwawasan lingkungan. Apalagi, sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang setidaknya mencapai 600 ton per harinya.

Kewenangan dan tanggung jawab pemerintah daerah dalam mengolah sampah didasari atas Perda no 10 tahun 2010 tentang Pengelolaan Sampah di Kota Malang.

Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan Kota Malang terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah. Diantaranya, melalui pembentukan bank sampah Malang, kader lingkungan, serta dengan memberikan pelatihan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Supit Urang.

Ia menjelaskan, salah satu yang dilakukan yakni penggunaan sistem 4R. Yakni, Reduce (mengurangi), Reuse (memakai kembali), Recycle (mendaur ulang), Replace (mengganti) dan pemanfaatan gas metana di TPST Supiturang. 

"Pelatihan itu seperti komposting dan produk kerajinan. Pemanfaatan gas metana di TPST kini juga telah dinikmati oleh 408 KK wilayah sekitar, sebagai pengganti bahan bakar, yang sekarang baru termanfaatkan sekitar 5% dari potensi yang ada," paparnya saat menerima kunjungan studi tiru Pemerintah Kota Sukabumi Provinsi Jawa Barat di Balaikota Malang, Rabu (18/9).

Bung Edi sapaan akrabnya menambahkan, dalam menerapkan cita-cita Kota Malang dalam mewujudkan predikatnya sebagai kota pendidikan, kota pariwisata, sekaligus kota industri maka dibutuhkan dukungan SDM, terutama mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kota Malang.

“Dalam mewujudkan kota industri dengan basis ekonomi kreatif, kami terus berusaha untuk mengkolaborasikan potensi yang ada. Baik itu dari seluruh perguruan tinggi, pelaku bisnis, hingga tokoh masyarakat yang ada di Kota Malang," imbuhnya.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi Achmad Fachmi mengatakan kunjungan studi tersebut sebagai upaya pembelajaran dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, tata cara keunikan Kota Malang dalam mengelola sampah kedepan bisa diimplementasikan di wilayahnya.

"Malu agaknya apabila sepulang dari Kota Malang dengan rombongan besar termasuk jajaran lurah masih belum dapat mengimplementasikan keunikan Kota Malang dalam pengelolaan sampahnya. Mari kita berusaha untuk mewujudkan tujuan kita dengan menjalankan koordinasi secara maksimal dan sama-sama membangun negara kita tercinta kita melalui kota masing-masing," ungkapnya.