Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, jumlah sampah yang dihimpun di kota pendidikan ini setiap hari terus mengalami peningkatan. Sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dimiliki terbatas. 

Sehingga dia pun mengharapkan ada kerjasama antar daerah, dalam hal ini Kabupaten Malang untuk mengatasi masalah lahan tersebut.

Pria berkacamata itu menyampaikan, dalam mengelola sampah, daerah yang berhimpitan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Sesuai dengan PP 28 tahun 2018, ditekankan pentingnya kerjasama antar daerah. Namun hal itu sampai sekarang ia sebut masih belum berjalan maksimal.

"Karenanya kami juga mendukung sekaligus mengharapkan peran lebih Pemerintah Provinsi Jatim melalui Bakorwil untuk dapat meng-empowering kerjasama antar daerah tersebut," katanya saat menghadiri rapat koordina-i (rakor) Pemerintah Provinsi Jatim, Rabu (18/9/2019) kemarin.

Volume sampah Kota Malang per hari menurutnya mencapai 600 ton. Jumlah itu bahkan terus bertambah. Dengan keterbatasan lahan, maka perlu dilakukan sederet inovasi selain melakukan perluasan lahan TPA. Seperti salah satunya adalah pemanfaatan teknologi penyusutan sampah dengan menggunakan bio teknologi yang ditanamkan pada setiap sel TPA.

Inovasi itu merupakan salah satu yang ditawarkan Kementerian Kemaritiman melalui kerjasama yang dilakukan dengan Belanda.

"Kami selalu berupaya untuk bisa mengelola sampah melalui berbagai inovasi, namun kami juga mengharapkan ada perluasan lahan," imbuhnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto menyampaikan, sampah menjadi salah satu permasalahan yang sampai sekarang terus dicarikan jalan keluar oleh Pemkot Malang. Selain mengembangkan inovasi dalam mengelola sampah, Pemkot Malang juga mengajak masyarakat hidup bersih dengan memisahkan sampah yang bisa diolah dan tidak sejak dari rumah.

"Pisahkan sampah dari rumah. Masyarakat harus turut berperan untuk menekan jumlah sampah. Minimal dimulai dari rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing," tegasnya.